Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

September 2025 Terpanas Sepanjang Sejarah, Mungkinkah Terus Berulang?

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 21:44 WIB | Oleh:
September 2025 Terpanas Sepanjang Sejarah, Mungkinkah Terus Berulang? Doc: AFP/TIZIANA FABI

BRUSSEL - Dunia baru saja mengalami bulan September terpanas ketiga yang pernah tercatat, dengan suhu permukaan laut dan darat yang tetap tinggi, demikian dilaporkan jaringan pemantau iklim Uni Eropa (UE) pada Kamis (9/10).

Layanan Perubahan Iklim Copernicus (Copernicus Climate Change Service/C3S) mengatakan bahwa rata-rata suhu permukaan global pada September tahun ini adalah 16,11 derajat Celsius, turun 0,27 derajat dan 0,07 derajat dibandingkan bulan yang sama pada 2023 dan 2024, tetapi masih 1,47 derajat di atas level praindustri.

Menurut C3S, rata-rata suhu permukaan laut global pada September adalah 20,72 derajat Celsius, menandai rekor tertinggi ketiga untuk bulan ini.

Suhu permukaan laut di sebagian besar wilayah Pasifik Utara tetap jauh di atas rata-rata jangka panjang, mencapai titik tertinggi dalam sejarah di beberapa area.

Sebaliknya, suhu permukaan laut di Pasifik ekuator tengah dan timur tidak jauh berbeda atau lebih rendah dari rata-rata pada 1991-2020, mengindikasikan fase netral El Nino-Osilasi Selatan.

Selain itu, luas es laut bulanan di Arktika 12 persen di bawah rata-rata jangka panjang untuk periode tersebut, sedangkan luas es laut bulanan di Antarktika 5 persen di bawah rata-rata jangka panjang.

Samantha Burgess, pemimpin strategis untuk iklim di C3S di Pusat Prakiraan Cuaca Rentang Menengah Eropa, mengatakan bahwa September 2025 merupakan bulan September terpanas ketiga yang pernah tercatat, hanya kurang dari 0,1 derajat Celsius lebih dingin dari September 2024.

"Satu tahun kemudian, konteks suhu global masih tetap sama, dengan suhu permukaan laut dan darat yang tetap tinggi mencerminkan pengaruh akumulasi gas rumah kaca yang terus berlanjut di atmosfer," ujarnya. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.