Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rahasia Sonar Kelelawar dan Paus Bergigi yang Mengejutkan

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 21:03 WIB | Oleh:
Rahasia Sonar Kelelawar dan Paus Bergigi yang Mengejutkan Doc: Britannica
Ket. Paus Bergigi

BEIJING - Kelelawar dan paus bergigi berasal dari kelompok hewan yang sangat jauh hubungannya secara evolusi, namun keduanya secara independen mengembangkan kemampuan untuk mendeteksi lingkungannya melalui ekolokasi.

Tim peneliti Tiongkok telah mengungkap mekanisme kunci yang menjelaskan mengapa organisme yang berbeda secara independen mengembangkan fungsi yang serupa saat beradaptasi dengan lingkungan yang serupa, menggunakan model bahasa protein kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Evolusi konvergen atau konvergensi merujuk pada kemunculan berulang dan independen dari sifat yang sama pada dua atau lebih garis keturunan spesies selama proses evolusi, sering kali menandakan adaptasi fungsional terhadap faktor lingkungan tertentu.

Tim peneliti dari Institut Zoologi Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok menemukan peran krusial fitur protein tingkat tinggi dalam konvergensi adaptif.

Tim yang dipimpin oleh Zou Zhengting mengusulkan kerangka kerja analisis komputasional bernama "ACEP". Inovasi inti kerangka kerja itu terletak pada penggunaan model bahasa protein yang telah dilatih sebelumnya.

Zou menjelaskan, "Model bahasa protein dapat memahami karakteristik struktural dan fungsional yang lebih dalam serta pola di balik sekuens asam amino."

Temuan tersebut belum lama ini diterbitkan dalam jurnal akademik internasional Proceedings of the National Academy of Sciences.

"Penelitian ini tidak hanya memperdalam pemahaman tentang hukum evolusi kehidupan, tetapi juga menunjukkan potensi besar teknologi AI dalam menyelesaikan masalah biologis yang kompleks. Kami berharap dapat mencapai penerapan yang lebih luas dan efektif dari teknologi AI dalam biologi evolusi di masa depan," kata Zou. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.