Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ngeri Sekali, Seorang Warga Dimangsa Harimau

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 00:57 WIB | Oleh:
Ngeri Sekali, Seorang Warga Dimangsa Harimau Doc: ist
Ket. Harimau

TANGGAMUS – Saat ini beredar video berisi seorang warga yang dimangsa harimau di hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Namun, menurut Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS), Hifzon Zawahiri, video tersebut adalah hoaks atau tidak benar.

“Informasi elektronik yang beredar di media sosial terkait adanya konflik harimau dan manusia di wilayah hutan kawasan TNBBS adalah hoaks atau berita bohong,” kata Kepala BBTNBBS Hifzon Zawahiri, dalam keterangannya di Lampung Rabu.

Menurutnya, setelah viralnya video tersebut melalui platform digital seperti WhatsApp Grup (WAG), pihaknya langsung melakukan koordinasi dan melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi itu dengan pihak-pihak terkait. “Berita bohong tersebut dengan sengaja disebarluaskan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga menimbulkan keresahan masyarakat yang berada di dekat kawasan hutan TNBBS,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan. “Kami mengimbau warga agar lebih bijak bermedia sosial. Jika menerima informasi semacam itu, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu ke pihak terkait seperti pihak TNNBS, BKSDA dan pihak berwenang,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, dengan beredar video di media sosial yang menampilkan seorang warga diduga dimangsa harimau dengan kondisi mengenaskan, pihaknya memastikan warga yang berada di dalam video itu adalah korban laka lantas di wilayah Pati, Jawa Tengah.

Hal senada disampaikan Kepolisian Sektor (Polsek) Semaka, Polres Tanggamus. Polisi mengatakan video viral warga dimangsa harimau di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung merupakan hoaks.

"Dalam video itu seseorang terlihat mengenaskan dengan narasi Bukit Barisan sedang tidak aman, Harimau Sumatera sedang berkeliaran di jalan adalah hoaks," kata Kapolsek Semaka AKP Sutarto dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Selasa.

Dia menyampaikan setelah viralnya video tersebut melalui platform digital seperti WhatsApp Grup (WAG), polisi langsung melakukan koordinasi dan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dengan pihak-pihak terkait.

"Kami telah melakukan pengecekan langsung ke Kantor Bidang Wilayah 1 Semaka Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Pekon Sedayu," kata Sutarto. Ia mengatakan hasil koordinasi sementara menunjukkan tidak ada kejadian warga diterkam binatang buas di wilayah tersebut sebagaimana narasi dalam video viral itu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak TNBBS dan memantau langsung kondisi lapangan. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya kejadian sebagaimana yang beredar di video tersebut," kata dia.

Kapolsek pun memastikan bahwa situasi di wilayah Semaka saat ini terlihat aman dan kondusif. Namun begitu saat ini Polsek Semaka masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sumber dan penyebar awal video viral tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan," kata Kapolsek Semaka AKP Sutarto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.