Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jadi Motor Pertumbuhan, Minerba Convex 2025 Digelar di Jakarta Pekan Depan

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 14:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jadi Motor Pertumbuhan, Minerba Convex 2025 Digelar di Jakarta Pekan Depan Doc: istimewa
Ket. Sekretaris Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM Rita Susilowati (kiri) bersama Ketua Panitia Minerba Convex 2025, Resvani (tengah) dalam konferensi pers Minerba Convex 2025 di Jakarta, Rabu (8/10)

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama belasan asosiasi perusahaan dan profesi yang bergerak di sektor mineral dan Batubara (minerba) berkolaborasi untuk menggelar Minerba Convex 2025 pekan depan.

"Acara ini menjadi wadah penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun industri minerba yang berkelanjutan,"ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM Rita Susilowati dalam jumpa pers terkait Minerba Convex 2025 di Kantor Ditjen Minerba, Jakarta, Rabu (8/10).

Minerba Convex 2025 bakal berlangsung selama dua hari di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada Rabu-Kamis (15-16/10). Dalam run down-nya menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan pemerintah, pengusaha, pengamat dan akademisi papan atas seperti Menteri ESDM Bahlil Lahaladia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, dan lain-lain.

Dalam pernyataannya, Rita berharap acara Minerba Convex 2025 mampu mendorong pelaku industri membangun sektor minerba yang inklusif dan berkelanjutan. “Industri tambang adalah sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan lingkungan sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dan transparan melalui good mining practices,”ungkap dia.

Ketua Panitia Minerba Convex 2025, Resvani dalam kesempatan yang sama menyebut sekitar 11 asosiasi besar di sektor minerba seperti Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia, IMA, Aspebindo, Perhapi, MGEI, APNI, IAGI, dan Aspindo terlibat dalam acara ini.  

Resvani yang juga Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) itu mengungkapkan beberapa alasan yang melatarbelakangi pelaksanaan acara tersebut. Indonesia terang dia merupakan negara yang kaya dengan minerba sehingga industri ini telah berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kegiatan di sektor minerba bukan hanya menyangkut aktivitas pertambangan, tetapi juga mencakup industri pengolahan, pemurnian, dan perdagangan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Sektor ini memegang peran strategis dalam perekonomian nasional. Saat ini, kontribusi minerba sudah lebih besar dari migas,” kata Resvani.

Alasan lainnya lanjut Resvani, sektor minerba menjadi salah satu penyumbang utama Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dari sektor penggalian saja, kontribusinya terhadap PDB mencapai sekitar 10 persen. Sementara dari sektor pengolahan dan pemurnian, kontribusinya hampir 20 persen serta di sektor perdagangan kontribusinya sekitar 13 persen. “Dengan demikian, pertumbuhan sektor minerba akan berperan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai pemerintah sebesar 8 persen,"ungkap dia.

Motor Pertumbuhan

Resvani memaparkan jumlah dan penyebaran industri minerba merata hingga ke pelosok Nusantara, termasuk di daerah-daerah terpencil (remote area). Dia menegaskan bahwa sektor Minerba telah menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar. 

 “Industri ini masih menghadapi tantangan-tantangan besar dan itu menjadi hal yang harus dibahas dan dicarikan solusinya dalam acara Minerba Convex 2025 ini. Setelah selesai acara akan dibuat semacam buku rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah,”pungkas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.