Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantuan Pangan Oktober-November Segera Meluncur, Jumlah Penerima di Indonesia Timur Meningkat

25 Kamis, 09 Okt 2025, 22:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bantuan Pangan Oktober-November Segera Meluncur, Jumlah Penerima di Indonesia Timur Meningkat Bantuan Pangan Oktober-November Segera Meluncur, Jumlah Penerima di Indonesia Timur Meningkat Doc: istimewa
Ket. Program bantuan pangan beras dan minyak goreng alokasi Oktober dan November akan segera dimulai

JAKARTA – Program bantuan pangan beras dan minyak goreng alokasi Oktober dan November akan segera dimulai. Sebagai persiapan pelaksanaan sembari menunggu transfer Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Keuangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) melaksanakan sosialisasi kepada dinas-dinas yang membidangi pangan bersama Perum Bulog secara daring pada Kamis (9/10).

Dalam video konferensi hari ini terungkap dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) update per 26 September, terdapat penyesuaian alokasi penerima bantuan pangan (PBP) untuk setiap provinsi. Kendati demikian, total PBP masih sama seperti periode program bantuan pangan Juni-Juli, yakni 18.277.083 di seluruh Indonesia.

"Begitu ABT masuk, maka pada hari yang sama, Bapak Kepala Badan akan menandatangani surat penugasan. Jadi satu hari setelah itu, Bulog bisa melaksanakan penyaluran bantuan pangan. Kita sekarang ini semua siap-siap, tinggal nunggu kapan harinya yang akan ditentukan. Sinyalnya adalah ABT masuk ke Badan Pangan," kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan NFA Rachmi Widiriani yang memimpin sosialisasi.

"Kemudian kalau kita perhatikan dari sebaran agregat jumlah penerima bantuan per provinsi, ini kelihatan bahwa untuk daerah-daerah Indonesia di bagian barat mengalami penurunan jumlah penerima bantuan. Tapi di Indonesia Timur terjadi peningkatan, khususnya di wilayah Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini kondisi dalam DTSEN terbaru yang kami peroleh dari Kementerian Sosial," sambung Rachmi.

Adapun Provinsi NTT bertambah sebanyak 48,4 ribu PBP. Pada bantuan pangan periode Juni-Juli, NTT memiliki 605,2 ribu PBP. Dengan tambahan tersebut, total PBP di NTT menjadi 653,7 PBP. Provinsi Nusa Tenggara Barat pun bertambah 9,8 ribu PBP dan totalnya menjadi 521,1 PBP.

Untuk PBP di Provinsi Papua Pegunungan ditambahkan 10,8 ribu sehingga totalnya menjadi 152,5 ribu PBP. Kemudian PBP di Papua Tengah totalnya ada 172,6 ribu setelah ditambahkan 3,5 ribu. Sulawesi Tengah pun bertambah cukup banyak hingga 9,1 ribu PBP menjadi 233,2 ribu PBP.

Sementara jika dilihat dari total jumlah PBP, 3 provinsi dengan PBP terbanyak ada di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Untuk bantuan pangan Oktober-November, masing-masing provinsi itu memiliki alokasi 3,342 juta PBP, lalu 3,067 juta PBP, dan 3,003 juta PBP.

"Kondisi masyarakat Indonesia dan kondisi kependudukan itu sangat dinamis. Jadi kita dapat membantu update dinamika tersebut jika ada penggantian di lapangan. Kita tidak bisa menduga secara tepat, tapi kita bisa meng-capture kondisi masyarakat tersebut pada saat penyaluran bantuan pangan secara kasat mata, apakah terjadi perubahan-perubahan tersebut," kata Direktur Rachmi lagi. 

"Kembali disampaikan bahwa penerima bantuan pangan untuk beras dan minyak goreng ini sama dengan penerima bantuan kartu sembako dari Kementerian Sosial. Ini sudah diputuskan di Rakortas untuk program penebalan bantuan sosial yang menyasar kelompok masyarakat yang ditargetkan. Jadi kita targetkan penyalurannya bisa selesai di akhir November," tambahnya.

Pemda diminta Aktif

Direktur Rachmi turut meminta keterlibatan dinas-dinas yang membidangi pangan di setiap daerah untuk melakukan pemeriksaan langsung ke gudang Bulog. Hal yang perlu dipastikan adalah kesesuaian berat kemasan dan mutu komoditas yang akan diberikan ke masyarakat.

"Mohon dipastikan bahwa beras dan minyak goreng yang akan disalurkan, sebelum keluar dari gudang sudah dicek terlebih dahulu. Kita bisa tahu bahwa secara visual melalui timbangan, timbangannya sudah tepat. Kemudian secara visual kita tahu bisa cek bahwa beras yang akan disalurkan adalah beras dengan kualitas medium sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan," papar Rachmi.

"Kemudian untuk minyak goreng karena ini baru langsung dari pabrikan kepada Bulog, maka yang perlu dicermati adalah ukuran liternya karena yang disyaratkan bahwa disalurkan adalah volumenya satu liter per kantong. Setiap PBP diberikan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Oktober dan November," urainya.

Dijumpai terpisah, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mendorong semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam program bantuan pangan, untuk saling hand in hand guna memastikan kualitas komoditas pangan yang diterima masyarakat. Beras dan minyak goreng yang disalurkan harus zero mistakes.

"Mari kita hand in hand. Ini juga sesuai tema Hari Pangan Sedunia Oktober ini. Hand in hand for better foods and a better future. Nah Indonesia telah melaksanakannya salah satunya dalam bentuk bantuan pangan ke masyarakat berpenghasilan rendah," tutur Arief.

"Pokoknya prinsip yang pertama, semua bantuan pangan yang sudah ditugaskan ke Bulog harus dalam kondisi yang bagus dan baik. Metodenya bisa melalui reprocessing dan QC (quality control), sehingga harus sampai ke masyarakat penerima dalam kondisi yang sesuai dan baik," kata Arief lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Jadi Tuan Rumah, Depok Pede...
Rona
Syuting Miami Vice '85, Mic...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.