Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Realisasikan Ucapannya, Menkeu Purbaya Sidak Bank Mandiri

📅 Senin, 06 Okt 2025, 17:47 WIB | Oleh:
Realisasikan Ucapannya, Menkeu Purbaya Sidak Bank Mandiri Doc: Kemenkeu
Ket. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (tengah)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merealisasikan ucapannya untuk melakukan sidak. Setelah Bank Negara Indonesia (BNI), hari ini Menkeu Purbaya sidak ke Bank Mandiri.

Usai sidak, Menkeu mengunggah sidaknya ke Bank Mandiri ke akun resmi TikTok nya. “Biasa, kita kasih apa … semacam sidaklah, mereka gak tahu, baru tadi tahun waktu saya datang ke sana,” kata Menkeu Purbaya di video pendek nya, Senin (6/10).

Tapi Menkeu mengatakan, diskusi yang dilakukannya di Bank Mandiri menarik.Menurut dia, Bank Mandiri lebih siap dibandingkan BNI dalam menyalurkan dana yang disalurkan pemerintah perbankan nasional.

Bank Mandiri mendapatkan Rp55 triliun dari Rp200 triliun dana pemerintah yang disalurkan ke lima bank. “Mereka (Bank Mandiri) lebih siap dibandingkan BNI, mungkin karena cari-cari bocoran terus kan, jadi bagus sih,” ucap Menkeu.

Menurut Menkeu Purbaya, dari monitoring yang dilakukannya, Bank Mandiri sudah menyalurkan 70 persen dana yang diberikan pemerintah. Bank Mandiri bahkan meminta tambahan lagi untuk disalurkan ke sektor lain, diantaranya ke sektor properti dan otomotif.

Secara keseluruhan, Menkeu Purbaya menilai positif penyaluran dana Rp200 triliun yang diberikan pemerintah ke lima bank Himbara. Ditandai dengan pertumbuhan kredit dari 8 persen menjadi hampir 11 persen dalam kurun waktu kurang dari satu sebulan.

“Ini sinyal positif, artinya stimulus saya jalan ke ekonomi. Saya positif perekonomian di triwulan IV mungkin akan tumbuh di atas 5,5 persen,”ujar Menkeu Purbaya.

Sementara itu Bank Mandiri dalam rilisnya menyebut dana dari Kementerian Keuangan difokuskan untuk memperkuat industri padat karya, utamanya yang berorientasi ekspor dari sektor yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan dapat menciptakan lapangan kerja di daerah.

Hingga akhir September 2025, dana yang sudah tersalurkan sebesar Rp34,5 triliun atau 63 persen dari dana Rp55 triliun.

“Bank Mandiri optimis dapat menyerap penempatan dana itu secara optimal hingga 100 persen hingga akhir tahun ini,” kata Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini.

Selain sektor padat karya, sektor UMKM juga menjadi prioritas penyaluran kredit dari dana simpanan pemerintah.

“Penyuluran kredit pada UMKM mampu menjadi penopang kehidupan ekonomi keluarga di Indonesia,” ujar Novita. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Uni Eropa Ajak Kanada Jalin...
Luar Negeri
Qatar Ajak Negara Teluk Gan...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.