Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemetaan Area Terpapar Radiasi Cesium-137 di Cikande Kembali Dilanjutkan, KLH Pastikan Rantai Pasok Udang Nasional Tak Terpapar

📅 Senin, 06 Okt 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Pemetaan Area Terpapar Radiasi Cesium-137 di Cikande Kembali Dilanjutkan, KLH Pastikan Rantai Pasok Udang Nasional Tak Terpapar Doc: antara foto
Ket. Pemerintah tetapkan kawasan Industri Cikande terpapar radiasi Cesium-137

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan mengintensifkan pengawasan di Kawasan Industri Modern Cikande dengan proses pemetaan terus berlangsung untuk memberikan gambaran kondisi cemaran zat radioaktif Cesium-137.

Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Rasio Ridho Sani yang dihubungi dari Jakarta, Senin (6/10), menyebut progres terus berjalan dalam proses dekontaminasi di wilayah tersebut, dimulai dari pengendalian pergerakan kendaraan yang masuk dalam Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

“Kemudian yang kedua, berkaitan dengan penanganan kontaminasi, saat ini kita terus melakukan pemetaan-pemetaan wilayah-wilayah terkait dengan paparan laju radiasi atau kontaminasi yang ada dengan lebih detail lagi,” jelas Rasio yang menjadi Ketua Bidang I Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Sumber Radiasi.

Dia menjelaskan bahwa jajaran dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang bergabung di Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Sesium-137 (Cs-137) dan Kesehatan Pada Masyarakat Berisiko Terdampak tengah melakukan pemetaan rinci dan survei terkait potensi radiasi Cesium-137 di wilayah kawasan industri tersebut.

Terkait pembatasan pergerakan di kawasan industri tersebut, dia menjelaskan bahwa digunakan Radiation Portal Monitor (RPM) sebagai bagian dari proses dekontaminasi.

"Untuk pengaturan pengendalian kendaraan yang keluar masuk untuk memastikan bahwa kita bisa mengendalikan pergerakan dari material-material tercemar radiasi tercemar Cesium-137," kata Rasio.

Sebelumnya, paparan Cesium-137 dilaporkan dialami oleh produk udang beku PT BMS yang diekspor ke AS, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

KLH/BPLH kemudian menyegel PT Peter Metal Technology (PMT) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, yang diduga menjadi sumber cemaran radioaktif produk udang beku tersebut.

Pemerintah sudah melakukan upaya dekontaminasi di sejumlah titik, menyiapkan fasilitasi penyimpanan sementara limbah Cesium-137 dan penanganan kesehatan warga.

Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam kesempatan pada Selasa (30/9) memastikan bahwa kasus kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 pada produk udang hanya terjadi di Kawasan Industri Modern Cikande dan tidak menyebar ke rantai pasok nasional maupun ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.