Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemkomdigi: Wacana Pemblokiran-Pedaftaran Ulang IMEI Sifatnya Sukarela

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 17:55 WIB | Oleh:
Kemkomdigi: Wacana Pemblokiran-Pedaftaran Ulang IMEI Sifatnya Sukarela Doc: Kemkomdigi

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjelaskan bahwa wacana layanan pemblokiran dan pendaftaran ulang 'International Mobile Equipment Identity' (IMEI) sifatnya sukarela. Wacana tersebut, menurut Kemkomdigi, tidak dimaksudkan sebagai aturan balik nama ponsel seperti kendaraan bermotor.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni, mengungkapkan bahwa wacana tersebut ditujukan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi masyarakat, bukan sebagai kewajiban baru yang membebani pengguna ponsel.

“Kami perlu meluruskan, tidak benar jika seolah-olah Kemkomdigi akan mewajibkan setiap ponsel memiliki tanda kepemilikan seperti BPKB motor. Ini sifatnya sukarela, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan perlindungan lebih jika ponselnya hilang atau dicuri," kata Wayan lewat keterangannya, di Jakarta, Sabtu (4/10).

Wayan menuturkan wacana ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang identitasnya kerap disalahgunakan saat ponsel hilang. IMEI berfungsi sebagai identitas resmi perangkat yang telah terdaftar di sistem pemerintah.

"Melalui sistem tersebut, ponsel hasil tindak pidana dapat diblokir sehingga tidak lagi memiliki nilai ekonomis bagi pelaku kejahatan. Sebaliknya, masyarakat yang membeli perangkat legal dapat merasa lebih aman dan nyaman," ucap Wayan.

Lalu, Wayan mengatakan, sistem IMEI juga mencegah peredaran ponsel ilegal atau black market (BM), melindungi konsumen dari penipuan, sekaligus memastikan kualitas dan garansi resmi, serta membantu aparat penegak hukum dalam menekan angka pencurian ponsel.

“Dengan IMEI, masyarakat bisa lebih tenang. Jika ponsel hilang atau dicuri, perangkat bisa dilaporkan dan diblokir. Jadi ini bukan beban baru, melainkan bentuk perlindungan tambahan untuk masyarakat,” ujar Wayan.

Lebih lanjut, Wayan menegaskan, wacana ini masih dalam tahap penjaringan masukan. Dan juga, masih belum dibahas di tingkat pimpinan Kemkomdigi.

“Direktur kami menyampaikan hal ini dalam forum diskusi akademik di ITB. Tujuannya untuk mendengar masukan dari para akademisi, praktisi, dan masyarakat sebelum ada keputusan lebih lanjut,” kata dia.

Sementara, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Adis Alifiawan, menegaskan bahwamanfaat kebijakan tersebut. Ia mengatakan Komdigi tengah mengkaji layanan pemblokiran IMEI untuk ponsel hilang atau dicuri.

Langkah ini dinilai sebagai instrumen perlindungan konsumen. Sekaligus mengurangi nilai ekonomis perangkat curian di pasar gelap.

“Pertama tentu kita ingin berikan perlindungan konsumen. Kalau handphone sudah diblokirIMEI-nya, maka nilainya turun karena hanya bisa dipakai dengan Wi-Fi saja,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.