Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tahan Laju Inflasi, Bulog Perkuat Intervensi Lewat Program SPHP

📅 Sabtu, 04 Okt 2025, 23:53 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 Tahan Laju Inflasi, Bulog Perkuat Intervensi Lewat Program SPHP Doc: istimewa
Ket. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan (month-to-month) September 2025 sebesar 0,21 persen. Menariknya, komoditas beras yang selama ini menjadi salah satu pendorong inflasi justru mencatat deflasi sebesar 0,13 persen dengan andil negatif -0,01 persen

Tahan Laju Inflasi, Bulog Perkuat Intervensi Lewat Program SPHP

JAKARTA– Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan (month-to-month) September 2025 sebesar 0,21 persen. Menariknya, komoditas beras yang selama ini menjadi salah satu pendorong inflasi justru mencatat deflasi sebesar 0,13 persen dengan andil negatif -0,01 persen, sehingga beras berperan penting dalam menahan laju inflasi umum.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Perum BULOG, Mokhamad Suyamto menegaskan, turunnya harga beras di bulan September 2025 tidak terlepas dari kombinasi faktor pasokan dan intervensi pemerintah. "Dari sisi pasokan, harga beras mendapat tekanan dari masuknya panen gadu di sejumlah sentra produksi. Sementara dari sisi kebijakan, intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Perum BULOG terbukti memberikan dampak nyata di pasar,"ucapnya di Jakarta, Sabtu (4/10).

Program SPHP terang dia dilakukan secara masif melalui tujuh saluran distribusi utama, mulai dari pasar tradisional, pasar ritel modern, jaringan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama TNI, Polri, pemerintah pusat dan daerah, outlet BUMN Pangan, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) BULOG, hingga jalur distribusi langsung berbasis komunitas.

Sepanjang September 2025, realisasi penyaluran beras SPHP mencapai 143.866 ton atau naik 59 persen dibandingkan bulan Agustus 2025. Jumlah ini menjadi rekor tertinggi realisasi SPHP di bulan September dalam tiga tahun terakhir sekaligus indikasi positif keberhasilan intervensi dalam menjaga pasokan dan harga beras di pasar. 

Secara kumulatif, hingga 3 Oktober 2025 BULOG telah menyalurkan 462 ribu ton beras SPHP atau sekitar 30 persen dari target nasional 1,5 juta ton. Capaian ini menunjukkan bahwa program SPHP berjalan sesuai rencana dan diharapkan semakin berdampak menahan tekanan harga beras hingga akhir tahun.

Mokhamad Suyamto, menegaskan bahwa konsistensi pelaksanaan SPHP menjadi kunci menjaga stabilitas harga pangan strategis, khususnya beras. “Fakta bahwa beras justru memberikan andil negatif terhadap inflasi September menunjukkan bahwa intervensi pemerintah melalui BULOG berjalan efektif. Kami memastikan SPHP terus dimasifkan melalui tujuh saluran distribusi utama, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya dalam bentuk harga beras yang lebih terjangkau. Dengan stok yang cukup dan strategi distribusi yang tepat, BULOG optimis tekanan harga beras menjelang akhir tahun dapat terkendali,” ujar Suyamto.

Ke depan terang dia, BULOG akan terus memperkuat ketersediaan stok dan memastikan distribusi SPHP berjalan lancar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BULOG dalam mendukung stabilitas pangan nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Peternak Ayam dan Telur Hadapi Ancaman Kerugian

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Peternak Ayam dan Telur Had...

KPK Periksa Sestama BNPB

1 jam lalu | Ones

Nasional
KPK Periksa Sestama BNPB
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.