Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Gandeng Verra untuk Perkuat Mekanisme Karbon di Indonesia

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 22:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Gandeng Verra untuk Perkuat Mekanisme Karbon di Indonesia Doc: Antara
Ket. Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq (kedua kanan) dan Wamen LH Diaz Hendropriyono (kanan) menyaksikan penandatanganan kerja sama dengan Verra di Jakarta, Jumar malam (3/10).

Jakarta - Pemerintah Indonesia resmi menjalin kerja sama saling pengakuan (Mutual Recognition Agreement/MRA) dengan badan standar karbon Verra ditandai dengan penandatanganan kerja sama di Jakarta, Jumat (3/10) malam.

Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq ditemui usai acara penandatanganan, menyampaikan bahwa Indonesia sebelumnya sudah membuka perdagangan karbon domestik pada 2024 dan perdagangan karbon internasional pada awal 2025 yang hasilnya belum optimal.

"Ternyata kami harus sadar diri bahwa di luar sana telah berkembang voluntary carbon market crediting scheme, jadi independen, yang kemudian berkembang sangat pesat," kata Menteri Hanif.

Dia menjelaskan bahwa langkah mengembangkan jangkauan Indonesia lewat pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) seperti juga pasar karbon berdasarkan kepatuhan (compliance carbon market) dilakukan untuk mendukung aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Tanah Air.
Tidak hanya dengan Verra, KLH sebelumnya sudah menandatangani kerja sama dengan beberapa standar karbon global termasuk Gold Standard, Plan Vivo Foundation dan Global Carbon Council (GCC) untuk memastikan karbon Indonesia dapat menjangkau pasar lebih luas, terutama karbon hayati seperti yang berasal dari sektor kehutanan.

Indonesia sendiri memiliki potensi besar dalam perdagangan karbon hayati terutama dari sektor kehutanan. Dengan potensi karbon hayati dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan (Forestry and Other Land Uses/FOLU) mencapai hampir 50 juta ton karbondioksida ekuivalen (CO2e). Tidak hanya itu, terdapat juga potensi besar dari mangrove dan gambut yang ada di Indonesia.

Dengan perluasan ke pasar karbon global yang berkecimpung di berbagai sektor itu, termasuk sektor energi, teknologi dan hayati, maka Hanif mengatakan sudah tidak ada alasan bagi para pihak untuk memanfaatkannya sebaik mungkin demi memajukan implementasi nilai ekonomi karbon Indonesia.

Dengan kerja sama bersama Verra dan sejumlah standar global lain diharapkan sudah tidak ada kendala untuk para pelaku usaha terlibat dalam pasar karbon global.
"Semua sudah kita lakukan pendalaman sangat serius selama hampir satu tahun ini untuk melakukan saling mengakui terkait dengan metodologi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu dia kembali mengingatkan semua pihak untuk menjaga integritas karbon Indonesia, bahwa satu kali upaya kecurangan atau penipuan terkait karbon (carbon fraud) akan berdampak kepada seluruh pemangku kepentingan Tanah Air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.