Trump Umumkan Tarif 100% untuk Film Asing

Kamis, 02 Okt 2025, 01:00 WIB

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana menerapkan tarif 100 persen untuk semua film yang diproduksi di luar negeri, dengan alasan industri perfilman AS telah “dicuri” oleh negara lain.

“Industri film kita telah dicuri dari Amerika Serikat oleh negara lain, seperti mengambil permen dari bayi,” tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social, kemarin.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump — Sumber: istimewa

Seperti dikutip dari Antara, Trump secara khusus menyorot negara bagian California dan Gubernurnya, Gavin Newsom, yang menurutnya “sangat terpukul” oleh persaingan asing dalam industri perfilman karena kepemimpinan yang lemah dan tidak kompeten.

Los Angeles, California, dikenal sebagai pusat industri film dan televisi AS, yakni Hollywood.

“Untuk menyelesaikan masalah lama ini, saya akan menerapkan tarif 100 persen untuk semua film yang dibuat di luar Amerika Serikat,” kata Trump.

Trump menyatakan kebijakan itu bertujuan melindungi pekerja dan industri perfilman dalam negeri. Menurutnya, tarif tinggi akan mendorong lebih banyak produksi dilakukan di AS, sekaligus mengembalikan lapangan kerja yang selama ini berpindah ke luar negeri.

Ia juga mengatakan akan mengenakan “tarif besar” pada negara-negara yang tidak memproduksi furnitur di AS, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali industri furnitur di North Carolina.

“Demi mengembalikan kejayaan North Carolina, yang kehilangan industri furniturnya ke Tiongkok dan negara lain, saya akan mengenakan tarif besar terhadap negara-negara yang tidak memproduksi furniturnya di AS,” tulis Trump dalam unggahan terpisah.

Sejumlah serikat pekerja film di AS menyatakan dukungan, menyebut kebijakan ini bisa menjadi peluang baru bagi industri Hollywood. Namun, para pakar menilai langkah tersebut sulit ditegakkan, bahkan berpotensi memicu ketegangan perdagangan dengan negara-negara produsen film besar seperti Inggris, India, Korea Selatan, dan Kanada.

Gedung Putih sendiri mengakui bahwa belum ada keputusan final terkait implementasi kebijakan ini. Sementara itu, kritik dari kalangan industri menyebut rencana tersebut sebagai langkah proteksionis yang “aneh” dan bisa merugikan konsumen AS karena harga film berpotensi melonjak tajam.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.