Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

5 Santri Meninggal, RMI NU Jatim Bantah Eksploitasi Santri dan Bantuan di Al Khoziny

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 17:05 WIB | Oleh:
5 Santri Meninggal, RMI NU Jatim Bantah Eksploitasi Santri dan Bantuan di Al Khoziny Doc: ANTARA/HO-RMI NU
Ket. Wakil Sekretaris PW RMI NU Jawa Timur, Ahmad Firdausi (tengah) di Surabaya, Kamis (2/10).

Surabaya -- Pengurus Wilayah (PW) Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) atau Ikatan Pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim) membantah adanya eksploitasi santri dan bantuan di Pondok Pesantren  AlKhoziny, Buduran, Sidoarjo, Jatim.

"Tidak ada eksploitasi santri di Al-Khoziny (seperti disebut netizen), karena tradisi roan (kerja bakti) itu ada di semua pesantren, bukan cuma Al Khoziny," kata Wakil Sekretaris PW RMI NU Jatim Ahmad Firdausi, di Surabaya, Kamis.

ia menjelaskan roan itu merupakan bukti adanya gotong royong dan semangat kebersamaan di kalangan pesantren, yang ke depan perlu melibatkan tim teknis terkait bangunan/gedung.

"Kami di pesantren mempunyai tradisi ketaatan kepada guru yang luar biasa, karena kiai dan bu nyai itu 24 jam memikirkan santri, bahkan mereka yang meninggal dunia pun masih dipikirkan dengan kiriman doa melalui tahlil dan doa bersama," katanya.

Tidak hanya itu RMI Jatim juga membantah informasi tentang adanya eksploitasi bantuan oleh pengasuh pesantren, karena pengasuh hanya wasilah (jembatan).

"Tidak ada eksploitasi bantuan itu, semuanya disalurkan pengasuh kepada korban dan masyarakat, serta keluarga korban, karena kami mendampingi semua proses dalam musibah ini," katanya.

Bahkan keluarga pengasuh pesantren juga tersebar di beberapa rumah sakit untuk membantu santri yang dirawat hingga sembuh dan dipulangkan.

"Kemarin (1/10) keluarga korban yang dari Bangka Belitung juga dibantu proses kargo jenazah dan pemulangan, tapi keluarga korban menolak, karena ikhlas dan pesantren dinilai lebih membutuhkan untuk rehabilitasi/evakuasi," katanya.

Hal yang sama juga ditegaskan Sekretaris NUcare LazisNU Jatim Moch Rofi'i Boenawi yang juga alumni PP Al Khoziny.

"Sejak Selasa (30/9) PBNU, PWNU, dan PCNU melalui Lazisnu dan RMI sudah melakukan mitigasi di lapangan untuk wali penyintas dan juga di beberapa rumah sakit, bahkan kami juga mendampingi pengasuh pesantren ke rumah sakit dan rumah korban," katanya.

Terkait mitigasi di lapangan, pihaknya sudah membuka dapur umum untuk keluarga korban, petugas, dan pengunjung. Pihaknya juga sudah membuka posko pengaduan dan donasi.

Hingga Kamis (2/10) donasi masyarakat lewat Lazisnu sudah terkumpul Rp160 juta dan didistribusikan ke korban dan proses mitigasi di lapangan.

"Hari ini (2/10) mulai ada evakuasi dengan alat berat. Kemarin (1/10) ditemukan lima korban hidup dan dua korban meninggal, anehnya mereka shalat berjamaah di tengah timbunan reruntuhan, jadi korban meninggal sekarang sudah lima orang. Kalau korban selamat dan dirawat sudah 100 santri lebih," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.