Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenpar Tegaskan Komitmen Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan di ATM

📅 Rabu, 01 Okt 2025, 08:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenpar Tegaskan Komitmen Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan di ATM Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat hadir dalam forum Asean Tourism Minister (ATM) Retreat yang berlangsung di Melaka, Malaysia, Senin (29/9/2025).

JAKARTA – Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong pariwisata hijau, inklusif, dan berkelanjutan dalam forum Asean Tourism Minister (ATM) Retreat yang berlangsung di Melaka, Malaysia, Senin (29/9).

"Forum ini menjadi momentum memperkuat kerja sama Asean di sektor pariwisata, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perlambatan ekonomi, perubahan iklim, dan pergeseran preferensi wisatawan," kata Ni Luh sebagaimana dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu (01/10).

Ni Luh menyampaikan bahwa sektor pariwisata kini tidak bisa lagi hanya mengejar pertumbuhan jumlah wisatawan, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

Indonesia sendiri sudah punya landasan yang kuat untuk berperan aktif di forum-forum internasional yang mendorong terciptanya pariwisata berkelanjutan.

Hal tersebut selaras dengan penerapan prinsip Blue, Green, Circular Economy (BGCE) yang ditetapkan sebagai pilar utama pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Konsep tersebut juga tertuang dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029 yang menempatkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sebagai prioritas nasional.

Menghadapi tantangan perubahan iklim contohnya, Indonesia menyadari sepenuhnya urgensi penanganan perubahan iklim dalam pariwisata. Indonesia kemudian melakukan pendekatan dengan mempertegas komitmen global, perencanaan nasional, strategi sektoral, serta pelibatan masyarakat/komunitas.

Keseriusan pemerintah Indonesia juga dapat dilihat dari pidato Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini di PBB yang menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Paris.

Indonesia juga merupakan salah satu negara pertama yang mendukung Deklarasi Glasgow tentang Aksi Iklim dalam Pariwisata, yang berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga setengahnya pada tahun 2030 dan mencapai net zero emission sebelum tahun 2050.

Di tingkat nasional, seperti yang telah ditetapkan dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029, pertumbuhan pariwisata dipastikan selaras dengan pengembangan berbasis alam, konservasi dan penilaian risiko iklim.

Sementara di tingkat sektoral, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan UNDP yang telah memprakarsai Peta Jalan Dekarbonisasi Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Di tingkat masyarakat, melalui program desa wisata, Kemenpar memberdayakan masyarakat lokal untuk mengadopsi praktik ramah iklim sekaligus memperkuat ketahanan dan pelestarian budaya. Saat ini 40 desa wisata di Indonesia telah tersertifikasi dan akan terus bertambah.

"Indonesia menegaskan komitmen pada pariwisata berkelanjutan, inklusif, dan tangguh, dengan fokus pada adaptasi iklim, dan pemberdayaan masyarakat lokal sejalan dengan agenda Asean," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia mendorong peningkatan konektivitas intra-Asean melalui pembangunan infrastruktur, digitalisasi, dan promosi bersama. Hal ini penting untuk memperkuat Asean sebagai destinasi tunggal di mata wisatawan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Timnas Italia Bangkit, Takl...
Megapolitan
Jakarta Diprediksi Cerah Be...
Olahraga
Indonesia Imbang Lawan Mala...

Penataan dan Penertiban Kabel Utilitas di Jakarta

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.