Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PMK Dorong Kolaborasi Nasional Atasi Kasus TBC

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 17:40 WIB | Oleh:
Menko PMK Dorong Kolaborasi Nasional Atasi Kasus TBC Doc: Humas Kemenko PMK
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan penyelerasan penanggulangan tuberkulosis (TBC) penting. Menurut dia, kasus TBC di Indonesia sudah memasuki tahap darurat, sehingga penanganannya harus dilakukan dengan keseriusan.

Ia mengatakan, TBC merupakan masalah bangsa yang harus ditangani secara menyeluruh oleh semua pihak. Bahkan, lanjut dia, kematian akibat TBC mencapai 1 miliar dalam 200 tahun atau rata-rata lima juta per tahun.

"Ini masalah serius, karena itu, saya mengundang Prof Wiku yang sangat berpengalaman dalam penanganan Covid-19. Penanganan TBC harus kita arus-utamakan agar terbentuk critical mass dan gerakan sosial yang kuat, mulai dari masyarakat hingga kepemimpinan nasional," kata Pratikno dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (30/9).

Untuk itu, kata dia, diperlukan langkah nyata dalam penanganan TBC, mulai dari kampanye bahaya melalui pop culture hingga perluasan kewajiban skrining. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data akurat sekaligus mencegah penularan.

“Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia menempati posisi kedua jumlah kasus TBC terbanyak setelah India dengan 1.090.000 kasus, serta jumlah kematian terbanyak setelah India yang mencapai 125 ribu jiwa,” ujar Pratikno.

Sementara, pakar kesehatan Prof Wiku Adisasmito mengatakan, keberhasilan menangani Covid-19 berkat koordinasi lintas sektor. Selain itu, menurut dia, pemerintah kala itu juga gencar melakukan kampanye masif tentang bahaya Covid-19.

"Prakondisi yang harus dibangun adalah suasana darurat. Kalau saat Covid-19 bisa terkendali, TBC pun bisa ditangani dengan pola serupa, asalkan ada komando kepemimpinan dan dukungan masyarakat," kata Prof Wiku. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.