Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Infeksi Resisten Antibiotik Bayi Jadi Ancaman Kesehatan Global

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 15:27 WIB | Oleh:
Infeksi Resisten Antibiotik Bayi Jadi Ancaman Kesehatan Global Doc: AFP/Joseph Prezioso

SYDNEY - Meningkatnya infeksi resisten antibiotik pada bayi baru lahir muncul sebagai salah satu ancaman kesehatan global yang semakin mengkhawatirkan, demikian diperingatkan sebuah studi.

Para peneliti menyerukan perlunya perombakan mendesak terhadap pedoman diagnostik dan pengobatan untuk infeksi pada bayi baru lahir, setelah sebuah studi yang dipimpin oleh Universitas Sydney (University of Sydney/USYD) mengungkap bahwa pengobatan garis depan untuk sepsis tidak lagi efektif dalam mengobati sebagian besar infeksi bakteri, menurut pernyataan USYD pada Senin (29/9).

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Regional Health -- Western Pacific ini menganalisis hampir 15.000 sampel darah yang dikumpulkan dari bayi yang sakit pada 2019 dan 2020 di 10 rumah sakit di lima negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Vietnam, dan Malaysia.

Sejumlah temuan menunjukkan bahwa sebagian besar infeksi disebabkan oleh bakteri yang kemungkinan besar tidak akan merespons pengobatan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini, yang dikembangkan menggunakan data dari negara-negara berpenghasilan tinggi, alih-alih data regional yang dilokalisasi.

"Pedoman harus diperbarui agar mencerminkan profil bakteri lokal dan pola resistensi yang sudah diketahui. Jika tidak, angka kematian akan terus meningkat," ungkap penulis senior studi tersebut Phoebe Williams, associate professor dari Fakultas Kesehatan Masyarakat USYD.

Para peneliti juga menyoroti lambatnya pengembangan obat antibiotik baru untuk bayi dan anak-anak, serta mendesak investasi substansial di bidang ini.

Meski studi tersebut mengecualikan kasus-kasus di Australia, para peneliti menekankan bahwa kewaspadaan Australia sangat penting mengingat kedekatan hubungannya dengan Asia Tenggara dan Pasifik Barat, tempat resistensi antimikroba meningkat pesat. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Meriahnya Pembukaan Asian P...
Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.