Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Kemarau Melanda, BPBD Situbondo Kirim Ribuan Liter Air Bersih

📅 Senin, 29 Sep 2025, 16:58 WIB | Oleh:
Musim Kemarau Melanda, BPBD Situbondo Kirim Ribuan Liter Air Bersih Doc: ANTARA/Seno
Ket. Seorang warga salah satu desa terdampak kekeringan membawa air bersih yang didistribusikan BPBD Kabupaten Situbondo, jawa Timur.

SITUBONDO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai menyalurkan air bersih ke delapan titik di empat kecamatan yang terdampak kekeringan. Sebanyak 6.824 warga kini bergantung pada distribusi air tangki di musim kemarau 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Sruwi Hartanto mengemukakan pemerintah daerah setempat telah mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang sebelumnya telah mengajukan bantuan air karena sumber mata air mulai berkurang.

"Pendistribusian air bersih ke wilayah kekurangan air bersih sudah kami lakukan sejak 25 September lalu secara bergantian," katanya di Situbondo, Senin.

Menurut Sruwi, tim BPBD setempat pada hari ini mendistribusikan air bersih ke tiga titik yakni ke Dusun Polay dan Dusun Bendusa di Desa Jatisari (Kecamatan Arjasa), selanjutnya di Dusun Krajan dan Desa Kembangsari (Kecamatan Jatibanteng).

Berdasarkan laporan dan pengajuan bantuan pengiriman air bersih sampai dengan hari ini, kata dia,  ada delapan titik yang tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Suboh, Arjasa, Banyuputih dan Jatibanteng.

Rinciannya tiga titik di Dusun Sokaan Barat, Desa Gunung Putri (Kecamatan Suboh), satu titik di Dusun Sokaan, Desa Kembangsari (Kecamatan Jatibanteng), dua titik di Dusun Leduk dan Dusun Bendera, di Desa Sumberejo (Kecamatan Banyuputih), dan dua titik di Dusun Polay dan Dusun Bendusa, Desa Jatisari (Kecamatan Arjasa).

Untuk jumlah penduduk yang mengalami kekurangan air bersih di delapan titik tersebar di empat kecamatan itu, kata Sruwi, mencapai 6.824 jiwa.

"Mereka membutuhkan distribusi air bersih dan setiap satu kali distribusi air, kami salurkan 5.000 liter atau satu truk tangki," katanya.

Sruwi menyampaikan delapan titik di empat kecamatan tersebut setiap tahun menjadi langganan suplai air bersih saat memasuki musim kemarau.

Karena di wilayah itu, kata dia, sumber mata air mulai berkurang dan sumur bor yang ada juga belum bisa maksimal, sehingga harus dibantu pengiriman air dari pemerintah daerah setempat.

"Di tempat lainnya ada beberapa titik yang sudah terdapat sumur bor dan tidak lagi disuplai air bersih, sedangkan di delapan titik ini ada sumur bor tapi masih proses," kata Sruwi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.