Horor MBG, Dalang Mou untuk Merahasiakan Kasus Keracunan Harus Diusut dan Diseret ke Meja Hijau
Minggu, 28 Sep 2025, 13:11 WIBYOGYAKARTA â Kasus patgulipat seperti main petak umpet tentang kerahasiaan orang keracunan MBG harus dibongkar. Ini tindakan kejahatan. Sebab anak-anak bertaruh nyawa untuk mereka yang keracunan. Lalu mengapa harus ada kerahasiaan.
Pihak sekolah dan dinas Kulonprogo mengakui diminta untuk merahasikan jika terjadi keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan itu tertuang dalam poin Memorandum of understanding (MoU) antara pengelola MBG dengan pihak sekolah. Ini pengelola kacau balau. Sudah banyak menjadi korban malah membuat MoU untuk merahasiakan keracunan. Ini mesti dibongkar dan diusut siapa dalang MoU Rahasia
Terdapat tujuh poin dalam MoU tersebut, di poin terakhir menyatakan untuk menjaga kerahasiaan apabila terjadi kejadian luar biasa seperti keracunan, ketidaklengkapan isi dalam paket makanan, dan kondisi lainnya yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan program MBG. Kalau kecerobohan-kecerobohan ini dirahasiakan, sama saja mengizinkan untuk terjadinya kecerobohan. Padahal seharusnya semua dibuka transparan agar dapat diperbaiki, bukan malah disembunyikan bila terjadi keracunan.
Kepala SMPN 3 Wates, Tugino mengakui, MoU itu disepakati kedua belah pihak setelah pelaksanaan MBG berlangsung dua pekan di sekolahnya. Adapun SMPN 3 Wates memulai uji coba MBG Juni lalu dan pelaksanaannya dari Juli sampai sekarang masih berlangsung.
Tugino menilai dalam kata merahasiakan di poin ketujuh agar mengutamakan kepastian terlebih dahulu jika adanya kejadian keracunan. "Mencari solusi penyelesaian bersama. Ada kejadian luar biasa, pihak pertama mencari penyelesaian dan pihak kedua bersama-sama mencari jalan ke luar," katanya kepada wartawan, Rabu (24/9).
BGN pusat harus turun tangan, apakah memang mengizinkan Mou kerahasiaan macam itu. Jika tidak, berarti ini inisiatif sendiri dan harus dibawa ke polisi. Polres Kulonprogo harus proaktif membongkar sindikat ini.
Keracunan juga terjadi di SMPN 3 Wates pada tanggal 31 Juli. Di Kulonprogo korbannya mencapai 400-an siswa dari beberapa sekolah, termasuk SMP 3 Wates. Tugino mengaku tidak pernah ada teguran meski dugaan keracunan karena MBG tersebut tersebar luas dan banyak diketahui masyarakat.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kulonprogo (Disdikpora), Nur Hadiyanto tidak membantah adanya laporan mengenai klausul kerahasiaan dalam MoU antara sekolah dan penyedia MBG. Menurutnya, klausul untuk sekolah merahasiakan kejadian luar biasa akibat MBG sudah diterima Disdikpora Kulonprogo.
Laporan tersebut didapat instansinya dari masyarakat melalui berbagai saluran informasi yang masuk. "Meskipun belum ada laporan resmi langsung dari kepala sekolah yang bersangkutan," ungkapnya.
- Keracunan MBG
- kulonprogo
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Jelang Lebaran, Bulog Jaga Harga Beras Tetap Stabil Lewat Distribusi Beras SPHP
-
Kevin Durant Lampaui Legenda Wilt Chamberlain di Daftar Pencetak Poin NBA
-
KA Harina Hantam Truk di Kaligawe Semarang, Lokomotif Rusak Parah tapi Tak Ada Korban Jiwa
-
Pemprov DKI: Stok Pangan di Jakarta Aman meski Ada Konfik AS-Israel dan Iran
-
Pemprov Terus Perkuat Budaya Antikorupsi
-
Nitrit Ditemukan Dinkes Malang pada Tahu Menu MBG, Pantes Pelajar Alami Mual
-
Sudah Berjalan Setahun, Keracunan MBG Tak Berhenti. Ini Bisa Melemahkan Daya Tahan Siswa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.