Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Risiko Megathrust, Pemprov Sumbar Libatkan Dewan Masjid Indonesia

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Risiko Megathrust, Pemprov Sumbar Libatkan Dewan Masjid Indonesia Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar Era Sukma Munaf

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) segera merangkul dan menjalin kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam mengantisipasi potensi patahan megathrust serta bencana lainnya.

"Sumbar akan bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia sebagai bagian dari mitigasi bencana," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar Era Sukma Munaf di Padang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan Era Sukma Munaf pada workshop kebencanaan bertajuk Megatrust Disaster Risk Assessment in Indonesia, atau asesmen pengurangan risiko bencana megathrust di Indonesia yang diselenggarakan di UNAND.

Terdapat dua poin besar yang akan direalisasikan jika kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumbar dengan DMI dapat terwujud. Pertama, mendeteksi masjid yang berada di sepanjang pantai Provinsi Sumbar yang dapat dijadikan sebagai perpanjangan tangan, serta terkoneksi dengan sistem peringatan dini (early warning system).

Kedua, apabila sistem peringatan dini diaktifkan maka seluruh masjid yang terkoneksi akan membunyikan sirene peringatan dini melalui pengeras suara. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengantisipasi megathrust dan bencana alam lainnya.

Penempatan sistem peringatan dini di dalam masjid dilatarbelakangi oleh adanya aktivitas yang berkesinambungan serta individu yang hampir 24 jam selalu bersiaga di tempat ibadah.

"Kita tahu hampir di setiap masjid itu selalu ada orang yang menjaganya, paling tidak marbut. Nah, ini bisa kita maksimalkan untuk menjalankan sistem peringatan dini" ujarnya.

Sebagai salah satu daerah yang masuk ke dalam kawasan cincin api pasifik, pemerintah provinsi telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi di antaranya pemasangan puluhan unit sistem peringatan dini tsunami.

Rinciannya 33 unit di Kota Padang, masing-masing lima unit di Kota Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan, empat di Kabupaten Pasaman Barat, tiga unit di Kabupaten Agam dan satu di Kabupaten Padang Pariaman. Selain itu, terdapat 18 unit sistem peringatan dini di Kota Pariaman dan enam unit di Kabupaten Agam yang sudah tidak berfungsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.