Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentrans Sebut Presiden Prabowo Ingin Desa-desa di RI Mandiri seperti di Eropa

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Mentrans Sebut Presiden Prabowo Ingin Desa-desa di RI Mandiri seperti di Eropa Doc: antara foto
Ket. Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara di Tanjung Banon, Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis (25/9).

KEPULAUAN RIAU - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan Presiden RI Prabowo Subianto ingin desa-desa di Indonesia bisa menjadi desa-desa mandiri seperti di Eropa.

“Jadi kami memang sering mendengar cita-cita, mimpi, visi Bapak Presiden Prabowo Subianto ingin seluruh desa di Indonesia itu seperti desa-desa yang ada di Eropa. Apa itu? Desa-desa yang mandiri," ujar Iftitah di Tanjung Banon, Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis (25/9).

Menurut dia desa mandiri adalah desa yang swasembada, pangan, energi, air, dan juga di situ ada pusat pertumbuhan ekonominya, serta terdapat kegiatan ekonominya.

"Oleh karena itu kami ingin wujudkan sebagai contoh untuk memenuhi harapan Bapak Presiden itu di kawasan Tanjung Banon," katanya.

Langkah yang Kementerian Transmigrasi (Kementrans) lakukan untuk mewujudkan hal itu adalah pertama, menurunkan tim riset dari tujuh perguruan tinggi terbaik Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang ada di Kepulauan Riau.

Kemudian Kementrans juga hari ini membawa Profesor dari Technical University of Munich (TUM) Jerman, yakni Prof. Dr. Walter Timo de Vries.

"Kebetulan Prof. Walter adalah peneliti transmigrasi sejak tahun 1988. Dan yang menarik adalah waktu saya tanyakan sama beliau apa yang berkesan dengan saat beliau melihat daerah transmigrasi di Lampung pada tahun 1988 dengan melihat Tanjung Banon di sini, beliau menyampaikan optimisme bahwa Tanjung Banon adalah salah satu kawasan transmigrasi modern," kata Iftitah.

Prof. Walter, lanjutnya, menyampaikan bahwa dulu yang dia lihat itu para transmigran hanya dikasih rumah dan lahan. Namun, sekarang Prof. Walter melihat sendiri di kawasan transmigrasi ada infrastruktur untuk sekolahnya, ada infrastruktur untuk pasarnya, tempat ibadahnya juga disiapkan.

Kementrans akan bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun dermaga nelayan, lalu juga akan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk nantinya membuat ruang terbuka hijau.

"Apa-apa yang diimpikan oleh Bapak Presiden, itu Insya Allah kami akan wujudkan di Tanjung Banon ini," kata Iftitah.

Dengan demikian, kawasan transmigrasi Tanjung Banon betul-betul dapat menjadi satu model contoh (role model) dari Kementerian Transmigrasi.

Kementrans juga bersinergi dengan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dan Pemerintah Kota Batam ingin menghitung berapa anggaran sebetulnya yang dibutuhkan untuk membuat lokasi seperti ini.

"Dan sebetulnya tidak harus berpangku tangan dan mengandalkan APBN. Mungkin nanti kita juga bisa bersinergi, berkolaborasi dengan dunia usaha," ujar Iftitah.

Menurut dia, berdasarkan amanat dalam Undang-undang (UU) Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian bahwa transmigrasi juga bisa dilakukan melalui Transmigrasi Swakarsa Berbantuan yang berkolaborasi dengan dunia usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.