Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat: Sikap Saling Menghormati Kedaulatan Negara Harus Dikedepankan sebagai Upaya Wujudkan Perdamaian Dunia

25 Kamis, 25 Sep 2025, 14:35 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Sikap Saling Menghormati Kedaulatan Negara Harus Dikedepankan sebagai Upaya Wujudkan Perdamaian Dunia Lestari Moerdijat: Sikap Saling Menghormati Kedaulatan Negara Harus Dikedepankan sebagai Upaya Wujudkan Perdamaian Dunia Doc: antara foto
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan sikap saling menghormati kedaulatan setiap negara dan menjunjung tinggi hukum internasional harus selalu dikedepankan dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

“Upaya menciptakan perdamaian harus bertolak dari kesepahaman bahwa damai berarti komitmen pada kemanusiaan untuk mengakhiri semua bentuk permusuhan," kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/9).

Hal tersebut disampaikan dalam pada diskusi daring bertema "Peran Indonesia dalam Perdamaian Timur Tengah Pasca-Serangan Israel ke Qatar" yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12.

Lestari mengatakan perdamaian memungkinkan terciptanya kebebasan bernegara serta prasyarat bagi penghormatan martabat manusia.

Rerie, sapaan akrab Lestari, mengungkapkan terkait serangan Israel ke Doha, Qatar, pada 9 September 2025, sikap Pemerintah Indonesia yang mendukung kedaulatan Qatar merupakan langkah yang tepat.

Menurutnya, kehadiran Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Darurat negara-negara Arab dan Islam pada Senin (15/9) lalu, harus diletakkan dalam koridor merealisasikan amanat Konstitusi UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Ia menilai solidaritas Indonesia pada negara lain mesti diperkuat melalui legitimasi diplomatik dan mendorong Indonesia menjadi negara yang mampu berdialog dengan berbagai pihak yang berkonflik agar tercipta harmoni dalam keberagaman.

Dalam diskusi tersebut Duta Besar RI untuk Iran periode 2012-2016 Dian Wirengjurit mengungkapkan Qatar dinilai sejumlah pihak sebagai negara yang bersikap ambigu.

Dalam setiap terjadi perselisihan di kawasan, Qatar selalu mengajukan diri sebagai penengah, sebagai realisasi kebijakan negara Qatar yang selalu ingin berperan sebagai penyeimbang.

Menurut Dian, bila ingin berperan dalam penyelesaian konflik antarnegara di Timur Tengah, Indonesia tidak memiliki leverage.

Qatar diketahui merupakan salah satu negara Timur Tengah yang mempersilakan Hamas membuka kantor perwakilan. Bahkan Israel punya kantor perwakilan dagang di Doha, Qatar, meski kedua negara tidak punya hubungan diplomatik.

Kondisi itulah yang membuat Qatar bisa berperan menjadi penengah dalam konflik antara Hamas dan Israel. Sebaliknya, dengan kondisi tersebut upaya Indonesia cukup sulit untuk bisa berperan sebagai penengah dalam konflik Palestina-Israel.

“Indonesia hanya bisa berperan dalam konteks bantuan kemanusiaan dalam konflik Palestina-Israel," kata Dian.

Sebaliknya Guru Besar Hubungan Internasional UGM Siti Mutiah Setiawati berpendapat sekecil apa pun Indonesia dapat berperan dalam mewujudkan perdamaian pada konflik Palestina-Israel.

Salah satu bentuk sumbangsih Indonesia dalam konflik itu adalah dukungan penuh upaya mewujudkan Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Yang terpenting sekecil apa pun bentuk dukungan Indonesia dapat dilihat oleh dunia.

Menurut Siti, sejumlah langkah diplomasi Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina di berbagai kesempatan merupakan sumbangan yang penting dalam proses menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.