Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ingatkan Warga Pesisir NTB untuk Mewaspadai Potensi Banjir Rob

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 10:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Ingatkan Warga Pesisir NTB untuk Mewaspadai Potensi Banjir Rob Doc: ANTARA 
Ket. Warga memancing ikan dengan menaiki beton pemecah gelombang laut di Pantai Mujang, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (17/9/2025).

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga pesisir di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai potensi banjir rob yang dapat mencapai ketinggian lebih dari 1,7 meter.  

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, mengatakan peringatan banjir rob itu berlaku mulai tanggal 25 September 2025 pukul 20.00 WITA hingga 30 September 2025 pukul 08.00 WITA.  

"Waktu pasang di Lembar (Lombok Barat) berlangsung pukul 23.00 sampai 02.00 WITA, sedangkan waktu pasang di Sape (Bima) mulai pukul 01.00 sampai 05.00 WITA," ujarnya dalam laporan yang diterima di Mataram, Kamis (25/9).  

Satria memaparkan wilayah yang terdampak banjir rob di Lombok adalah Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.  

Sementara itu, wilayah pesisir Pulau Sumbawa yang berpotensi terdampak air laut pasang tersebut adalah Sumbawa, Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.  

"Kami mengimbau masyarakat agar waspada dan siaga untuk mengantisipasi pasar air maksimum," kata Satria.

Lebih lanjut dia menyampaikan penduduk pesisir juga perlu mewaspadai fenomena gelombang tinggi yang bisa mencapai 4 meter, terkhusus perairan selatan Nusa Tenggara Barat.

Laporan BMKG menyebut tinggi gelombang di Lembar berkisar antara 0,1 meter sampai 4 meter. Adapun tinggi gelombang di Sape rentang 0,1 hingga 2,5 meter.

"Kami memprediksikan kondisi gelombang laut yang paling dominan dan lebih tinggi memang di wilayah perairan selatan," pungkas Satria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.