Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perdana, Maluku Ekspor 45 Ton Komoditas Perhutanan Sosial ke China dan India

📅 Rabu, 24 Sep 2025, 13:15 WIB | Oleh:
Perdana, Maluku Ekspor 45 Ton Komoditas Perhutanan Sosial ke China dan India Doc: antara foto
Ket. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa melepas ekspor perdana komoditas perhutanan sosial ke China dan India di Ambon.

AMBON - Provinsi Maluku melepas ekspor perdana sebanyak 45 ton komoditas perhutanan sosial berupa kopal damar dan rempah-rempah (pala) ke China dan India, sebagai langkah strategis memperkuat kontribusi daerah kepulauan ini dalam kancah perdagangan global.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyatakan ekspor perdana ini merupakan wujud nyata keberhasilan program perhutanan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami bangga karena komoditas hasil hutan bukan kayu dari kelompok tani dan masyarakat hukum adat di Maluku kini bisa menembus pasar internasional. Ini bukti bahwa masyarakat dapat mandiri sekaligus berkontribusi pada ekonomi nasional,” kata Lewerissa di Ambon, Rabu (24/9).

Pada kesempatan ekspor ke India berupa kopal damar mencapai 30 ton dengan nilai Rp570 juta. Komoditas ini berasal dari Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Rambatu di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sebanyak sembilan ton, Kelompok Tani Hutan Tawena Siwa SBB enam ton, LPHD Morella Maluku Tengah enam ton, serta Kelompok Tani Hutan Sorebang SBB sembilan ton.

Sementara itu, ekspor ke China melalui Surabaya berupa rempah-rempah pala sebanyak 15 ton dengan nilai Rp1,6 miliar. Komoditas tersebut berasal dari Masyarakat Hukum Adat Negeri Hutumuri di Kota Ambon sebanyak lima ton, LPHD Morella Maluku Tengah tiga ton, serta masyarakat sekitar kawasan hutan Pulau Ambon 7 ton.

“Kegiatan ini menyerap165 tenaga kerja, dengan 61 di antaranya perempuan,” tuturnya.

Gubernur Lewerissa menambahkan, Pemerintah Provinsi Maluku akan terus memperkuat pendampingan kepada kelompok tani hutan agar dapat menjaga kualitas komoditas dan memperluas pasar ekspor.

“Target kita, Maluku bisa menjadi pusat penghasil hasil hutan bukan kayu unggulan yang dikenal dunia,” katanya menutup.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz, M.P menegaskan ekspor perdana ini menjadi bukti perhutanan sosial mampu menggerakkan ekonomi rakyat sekaligus menjaga kelestarian hutan.

“Program perhutanan sosial tidak hanya memberi akses kelola hutan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekspor sehingga memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.