Bisa Gagal atau Sukses! APBN 2026 Penentu Arah Kualitas SDM Indonesia

Rabu, 24 Sep 2025, 00:00 WIB

JAKARTA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 harus menjadi game changer taua terobosan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Terlebih lagi, ada ribuan triliun rupiah yang dikucurkan untuk memperkuat kapasitas SDM.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menegaskan persetujuan APBN 2026 dalam Sidang Paripurna DPR RI, Selasa (23/9), menjadi tonggak penting bagi pembangunan nasional. Dia menegaskan,alokasi APBN yang diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta program makanan bergizi gratis harus dikelola dengan baik.

Ket. Foto: Pengelolaan Anggaran - APBN 2026 Fokuskan Kualitas SDM — Sumber: istimewa

“Kalau itu dilakukan dengan tata kelola yang benar, maka peningkatan kualitas SDM kita akan luar biasa,” tegasnya dalam konferensi pers bersama Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa usai sidang di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Said juga menekankan pertumbuhan ekonomi harus berbanding lurus dengan peningkatan kapasitas rakyat. Pendidikan dan kesehatan menurutnya menjadi kunci agar masyarakat memiliki “kebebasan yang bertanggung jawab” untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup.

“Kalau rakyat bisa melakukan sesuatu, menjadi sesuatu, dan mendapatkan kehormatan, itulah nilai tertinggi yang akan didapat masyarakat dalam konteks kita berbangsa dan bernegara, yang dibungkus oleh APBN kita untuk 2026,” ungkapnya.

Said menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,4 persen harus dijaga agar bersifat inklusif dan berkeadilan.

Agenda Prioritas

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan APBN 2026 difokuskan pada delapan agenda prioritas, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan bermutu, kesehatan berkualitas, pembangunan desa-koperasi-UMKM, pertahanan semesta, serta akselerasi investasi dan perdagangan global.

Untuk mendukung agenda tersebut, dialokasikan anggaran besar di antaranya 164,7 triliun rupiah untuk ketahanan pangan, 402,4 triliun rupiah untuk energi, 335 triliun rupiah untuk program makan bergizi gratis (MBG), 769,1 triliun rupiah untuk pendidikan, 244 triliun rupiah untuk kesehatan, serta 508,2 triliun rupiah untuk perlindungan sosial.

Secara keseluruhan, belanja negara pada APBN 2026 ditetapkan 3.842,7 triliun rupiah, pendapatan negara diperkirakan mencapai sebesar 3.153,6 triliun rupiah dan defisit 2,68 persen produk domestik bruto (PDB).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.