Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MBG Bisa Bahayakan Satu Generasi Jika Terus Dipaksakan tanpa Perbaikan, sehingga Gagal Membangun SDM Unggul

📅 Senin, 22 Sep 2025, 14:37 WIB | Oleh:
MBG Bisa Bahayakan Satu Generasi Jika Terus Dipaksakan tanpa Perbaikan, sehingga Gagal Membangun SDM Unggul Doc: ist
Ket. MBG

JAKARTA – Keracunan makanan (katanya) bergizi gratis (MBG) semakin meluas. Tak kurang KPAI pun sangat prihatin dengan meluasnya keracunan MBG ini, sehingga mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara program MBG guna evaluasi menyeluruh.

Diketahui, Januari-September saja tercatat 5.626 kasus keracunan di 17 provinsi. Terbaru, keracunan MBG terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Kemudian, ada pula keracunan MBG di Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga Bau Bau, Sulawesi Tenggara.

Badan Gizi Nasional (BGN) HANYA minta maaf atas keracunan akibat konsumsi MBG di Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah. Keracunan yang meluas bisa mengancam satu generasi. Jika tanpa perbaikan dan anak sekolah mengalami keracunan bisa menurunkan daya motorik, sensorik, dan fisik yang berakibat buruk pada sisi kesehatan di masa depan. Ini jelas sangat tidak menguntungkan dalam pembangunan SDM.

"Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap isu pangan dan gizi, peran SPPG tidak lagi sebatas teknis. SPPG bukan hanya dapur pelayanan gizi, tetapi juga wajah BGN serta ujung tombak Program MBG di mata masyarakat. Apa yang dilakukan SPPG di lapangan, baik besar maupun kecil, akan ikut mempengaruhi bagaimana publik memandang program dan lembaga ini," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati.

Apalagi yang terancam tak hanya pelajar, tetapi juga ibu hamil, otomatis bersama bayinya juga terancam, bila makanan MBG ternyata membuat penerima terus keracunan. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, apalagi menyebut MBG telah menjangkau 1,2 juta ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dari target 9,3 juta sasaran hingga akhir tahun ini.

Dalam rangka memitigasi kasus-kasus keracunan seperti yang sebelumnya terjadi di beberapa sekolah, Wihaji mengemukakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menekan angka tersebut. Salah satunya dengan melibatkan para kader atau Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk melakukan edukasi hingga sosialisasi. Ya ini pernyataan dari para pejabat yang terkait MBG, setiap mendengar ratusan penerima MVG keracunan. Mereka akan mengevaluasi dan memperbaiki. Tapi apa yang terjadi? Tetap saja terjadi keracunan dan tidak ada yang diseret ke meja hijau. Padahal sajian mereka mengancam nyawa begitu banyak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.