Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memperingatkan bahwa peredaran narkoba di wilayahnya semakin memprihatinkan dan butuh perhatian semua pihak.

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memperingatkan bahwa peredaran narkoba di wilayahnya semakin memprihatinkan dan butuh perhatian semua pihak. Doc: Antara Foto
Ket. Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memperingatkan seluruh pihak akan bahaya peredaran narkoba di Provinsi Sumatera Barat yang makin memprihatinkan.

"Jika melihat penanganan kasus yang kami tangani, bahaya peredaran narkoba di Sumbar kian mengkhawatirkan. Perlu upaya semua pihak untuk melindungi generasi muda," kata Gatot di Padang, Kamis.

Ia berpijak pada pengungkapan kasus sabu-sabu seberat 50 kilogram serta ganja dengan berat mencapai 49 kilogram yang diungkap kepolisian dalam beberapa waktu terakhir, dan telah dirilis secara resmi pada Rabu (17/9).

"Jumlah barang bukti ini merupakan indikasi bahwa Sumbar tidak lagi menjadi daerah perlintasan peredaran narkoba, akan tetapi sudah menjadi sasaran pasar, bahkan gudang penyimpanan," jelasnya.

Ia mengatakan kondisi demikian akan membahayakan bagi generasi muda, karena jika ditilik dari jumlah satu kilogram sabu-sabu saja bisa merusak 340 ribu jiwa.

Gatot menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan pengungkapan kasus serta penindakan hukum terhadap para pelaku secara berkelanjutan tanpa pandang bulu.

Hanya saja, upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan pemidanaan semata, karena dalam lingkup yang lebih luas lebih diperlukan upaya pencegahan.

"Penangkapan pelaku saja tidak cukup, butuh upaya bersama dalam melakukan pencegahan. Karena prinsipnya mencegah lebih baik daripada mengobati," terangnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, pemangku adat, niniak mamak, tokoh masyarakat, hingga pemuka agama ikut turun tangan dalam upaya pencegahan narkoba.

Hal itu dilakukan untuk menjaga generasi muda yang ada di wilayah Sumbar sebagai generasi penerus, dan menyongsong generasi emas Indonesia 2045.

Peran dari pemerintah juga diperlukan untuk membuka akses, sebab dari sejumlah pelaku yang ditangkap polisi mengaku bahwa mereka tidak memiliki pekerjaan.

Dalam kondisi yang tidak bekerja itu kemudian pelaku tergiur menjadi kurir atau penjual narkoba, karena bisa menghasilkan uang dengan instan sekalipun melanggar hukum.

Pada bagian lain, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Fauzi Bahar Dt Nan Sati mengucapkan terima kasih atas pengungkapan kasus yang telah dilakukan oleh Polda Sumbar.

Fauzi mengatakan LKAAM akan berperan secara maksimal dalam melindungi generasi muda dari bahaya peredaran narkoba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Daerah
Penanganan Kebakaran TPA Ta...
Nasional
Jelarang, Satwa Langka Terl...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.