Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Budaya Lembah Baliem Ramai Pengunjung karena Menarik

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 15:57 WIB | Oleh:
Festival Budaya Lembah Baliem Ramai Pengunjung karena Menarik Doc: ANTARA/Yudhi Efendi.
Ket. Perempuan Baliem atau Perempuan Asli Kabupaten Jayawijaya mengenakan pakaian tradisional pada FBLB ke-33 Tahun 2025.

Wamena -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya memperkirakan jumlah transaksi ekonomi selama pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-33 tahun 2025 di Papua Pegunungan, mencapai angka Rp7,8 miliar.

“Kami memperkirakan rata-rata perputaran nilai transaksi ekonomi selama tiga hari sejak 7-9 Agustus 2025 mencapai Rp7,8 miliar,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kabupaten Jayawijaya Naftali F Rumbiak di Wamena, Kamis.

Ia mengatakan ada 369 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ikut serta saat festival. Rata-rata per hari mereka bisa mendapatkan Rp1,5 juta, sehingga total transaksi UMKM di sana dapat mencapai Rp553 juta per hari. 

Sedangkan dari sewa kamar hotel oleh wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 802 kamar selama festival berlangsung. Dan, menurut dia, pendapatan dari hunian hotel atau penginapan selama festival dapat mencapai Rp962 juta.

“Selain itu juga ada jasa penyewaan mobil kisaran nilai Rp48 juta, 200 tiket pesawat terjual dengan nilai Rp190 juta, restoran atau kuliner estimasi nilainya Rp100 juta, tiket pengunjung Rp25.000 per hari, selama tiga hari mencapai Rp100 juta dan honor peserta dan lain-lain Rp675 juta,” ujar dia.

Panitia menargetkan total pengunjung festival kali ini 44.000 orang. Namun  total pengunjung FBLB selama tiga hari ternyata mencapai 39.761 orang yang terdiri dari 418 wisman, 353 orang warga Papua, 561 orang dari Papua Pegunungan, dan wisatawan lokal yang datang dari Wamena dan sekitarnya sebanyak 38.491 orang.

Ia mengatakan Festival Budaya Lembah Baliem ke-33 tahun 2025 merupakan ajang atraksi budaya yang bertujuan mempromosikan Wamena sebagai daerah tujuan wisata atau city branding ikon promosi daerah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. 

“Kami ingin kunjungan wisatawan asing ke Kabupaten Jayawijaya terus meningkat, pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata pun meningkat, (sekaligus)  melestarikan nilai-nilai budaya lokal dan dapat menggerakkan masyarakat untuk berkarya secara mandiri serta meningkatkan rasa kecintaan terhadap adat dan budaya lokal,” ujar dia.

Data informasi transaksi ekonomi agak lambat diperoleh karena laporan dari pihak ketiga atau penyelenggara kegiatan kepada pemerintah daerah pun terlambat sehingga penyampaian ke publik pun menjadi terlambat. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Tuntas Evakuasi Kecelakaan ...
Advertisement
Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.