- Home
-
- Luar Negeri
-
- Australia Janji Kurangi Em...
Australia Janji Kurangi Emisi hingga 70 Persen pada Tahun 2035
Kamis, 18 Sep 2025, 15:00 WIBSYDNEY - Australia berjanji akan memangkas emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global hingga 70 persen dari tingkat tahun 2005 selama dekade berikutnya, sebuah target yang menurut para aktivis tidak cukup ambisius.
Berdasarkan perjanjian iklim Paris yang bersejarah, setiap negara harus memberikan angka utama kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengurangi emisi pada tahun 2035, dan cetak biru (blue print) terperinci untuk mencapainya.
Sebagai eksportir batu bara terkemuka, janji Australia telah diawasi dengan ketat mengingat upayanya untuk menjadi tuan rumah pertemuan puncak iklim PBB tahun depan bersama negara-negara kepulauan Pasifik yang terancam oleh naiknya permukaan air laut.
Pengumuman pada Kamis (18/9) itu juga muncul beberapa hari setelah penilaian risiko iklim nasional memperingatkan bahwa naiknya permukaan laut dan banjir yang disebabkan oleh perubahan iklim akan mengancam rumah dan mata pencaharian lebih dari satu juta warga Australia pada tahun 2050.
Seorang ilmuwan iklim terkemuka menyebut target baru itu "membingungkan," mengingat temuan tersebut dan upaya Australia untuk menjadi tuan rumah perundingan iklim.
"Australia perlu mengurangi emisinya dengan kecepatan yang sejalan dengan jalur pengurangan emisi yang kompatibel dengan 1,5 derajat Celsius dan yang selaras dengan upaya mencapai nol emisi bersih pada tahun 2050 di Australia," kata Bill Hare, kepala kelompok riset Climate Analytics.
"Hal ini memerlukan tindakan kebijakan pemerintah yang kuat sekarang."
Aktivis dan pakar iklim mengatakan Australia perlu memangkas emisi sedikitnya 76 persen dari tingkat tahun 2005 untuk menjaga suhu global tidak naik lebih dari 1,5C lebih tinggi dari tingkat pra-industri.
Namun Perdana Menteri Anthony Albanese menggambarkan tujuan tersebut sebagai "target yang bertanggung jawab yang didukung oleh ilmu pengetahuan".
Pemerintahnya mengatakan akan mendanai "Rencana Nol Bersih" senilai Aus$5 juta ($3,3 miliar) untuk membantu perusahaan beralih ke energi hijau.
Ini juga akan membantu warga Australia membeli lebih banyak kendaraan tanpa emisi dan mengakses energi bersih.
Target tersebut "kemungkinan besar tidak akan menyenangkan siapa pun," kata Jacqueline Peel, seorang spesialis iklim di Sekolah Hukum Universitas Melbourne.
Dan mengingat risiko yang diuraikan dalam penilaian minggu ini, "target yang 'dapat dicapai' ini terasa sangat antiklimaks," tambahnya.
Skenario Apokaliptik
Anote Tong, mantan presiden negara Pasifik Kiribati, mengatakan kepada AFP bahwa tujuan Australia dirusak oleh ketergantungannya pada bahan bakar fosil.
"Masalahnya adalah tingginya volume ekspor bahan bakar fosil (Australia) dan subsidi substansial yang terus-menerus diberikan kepada industri bahan bakar fosil," kata Tong, yang sering disebut sebagai bapak pendiri gerakan iklim Pasifik.
"Keputusan pemerintah baru-baru ini menjadi semakin kontras dengan Laporan Penilaian Risiko Iklim yang baru-baru ini dirilis, yang memprediksi skenario apokaliptik, bahkan bagi warga negara Australia, jika tidak diindahkan," ujarnya.
Emisi global telah meningkat tetapi perlu dikurangi hampir setengahnya pada akhir dekade ini untuk membatasi pemanasan global ke tingkat yang aman yang disepakati dalam kesepakatan Paris.
Komitmen Australia sebelumnya pada tahun 2030 adalah memangkas emisi sebesar 43 persen dari tingkat emisi tahun 2005.Â
Negara-negara seharusnya menyerahkan target yang diperbarui awal tahun ini tetapi hanya 10 dari hampir 200 negara yang melakukannya tepat waktu, menurut basis data PBB yang melacak penyerahan tersebut.
Australia telah menggelontorkan miliaran dolar untuk tenaga surya, turbin angin, dan manufaktur hijau serta berjanji menjadikan negara itu sebagai negara adidaya energi terbarukan.
Namun ambisi ramah lingkungannya bertolak belakang dengan keterlibatannya dengan industri bahan bakar fosil yang menguntungkan, dan tetap menjadi salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Gubernur Gorontalo: Saatnya Geopark Kita Diakui Secara Nasional
-
Upaya Pelestarian Kebudayaan Betawi
-
Serius Kembangkan Kendaraan Ramah Lingkungan, Wamenperin Apresiasi Industri Otomotif Ini
-
Inovasi XCMG Forklift Perkuat Upaya Menuju Nol Emisi
-
Tips Memilih Ukuran TV Sesuai Ruangan
-
Pemkab Kediri Targetkan Pembangunan Pasar Ngadiluwih Delapan Bulan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.