Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atlet Kenya Kipyegon Tegaskan Penguasa Lari Jarak Menengah

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 01:46 WIB | Oleh:
Atlet Kenya Kipyegon Tegaskan Penguasa Lari Jarak Menengah Doc: ist
Ket. Lomba lari

TOKYO – Atlet asal Kenya Faith Kipyegon kembali menegaskan statusnya sebagai pelari jarak menengah terbaik sepanjang masa. Di Tokyo, Selasa (16/9) malam waktu setempat, pelari berusia 31 tahun itu meraih gelar dunia keempatnya di nomor lari 1.500 meter, sekaligus melanjutkan dominasinya setelah merebut tiga medali emas Olimpiade.

Kemenangan ini bukan sekadar soal catatan prestasi. Kipyegon juga menepis anggapan bahwa menjadi seorang ibu berarti akhir dari karir olahraga. Sejak melahirkan putrinya, Alyn, pada bulan Juni 2018, dia justru tampil makin perkasa. “Saya tahu yang dialami perempuan setelah cuti melahirkan. Banyak yang berpikir hidup mereka berakhir. Saya ingin membuktikan sebaliknya: ini justru awal dari perjalanan,”  ujar Kipyegon.

Perjalanan kembali ke lintasan tidak mudah. Ia harus menurunkan bobot hingga 19 kilogram serta membangun kembali kebugarannya. “Butuh kekuatan mental besar, keberanian, dan dukungan. Saya beruntung punya pelatih, manajer, pejabat federasi, dan tentu suami yang selalu percaya,” ujarnya.

Setelah menikmati masa-masa awal bersama putrinya, Kipyegon kembali berlatih serius jelang Kejuaraan Dunia 2019. Meski saat itu dikalahkan Sifan Hassan di Doha, sejak Agustus 2020 dia mendominasi penuh nomor andalannya. Dari 21 lomba 1.500 meter, dia memenangi 20 di antaranya, termasuk final Olimpiade Paris dan Tokyo.

Gelar dunia di Budapest tahun 2023 menjadi koleksi ketiganya setelah sebelumnya juara pada tahun 2017. Tahun yang sama, dia juga mencatatkan tiga rekor dunia, menjadikannya musim terbaik dalam karirnya. Kipyegon dilatih Patrick Sang, sosok yang juga membimbing legenda maraton Eliud Kipchoge. Sang menggambarkannya sebagai atlet seimbang, memiliki daya tahan sekaligus kecepatan. “Dia tidak pernah mengeluh. Sangat fokus, pekerja keras, dan mentalitasnya mirip dengan Kipchoge,” ujar Sang.

Perjalanan Kipyegon dimulai sejak remaja. Pada tahun 2011, berusia 17 tahun, dia berlari tanpa alas kaki saat merebut emas Kejuaraan Dunia lintas alam junior di Punta Umbria. “Saya masih gadis desa, belum pernah memakai sepatu spike. Setelah itu, saya belajar perlahan hingga terbiasa,” kenangnya.

Ambisi besar masih membara. Tahun lalu, dia nyaris menembus batas empat menit di nomor satu mil, mencatat waktu 4 menit 06,42 detik di Paris. “Memang belum berhasil, tapi pesan yang saya bawa jelas: suatu hari hal itu bisa dicapai, entah oleh saya atau generasi berikutnya,” ucapnya.

Meski koleksi medali Olimpiade dan kejuaraan dunia sudah lengkap, Kipyegon menolak berhenti. “Saya ingin terus menunjukkan bahwa perempuan mampu. Kita bisa, dan kita harus membuktikannya,” tegasnya. Dengan kiprah gemilang sekaligus peran sebagai ibu, Faith Kipyegon bukan hanya juara lintasan, melainkan teladan inspiratif bagi para perempuan di seluruh dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.