Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seminar Bogor Istimewa Angkat Isu Tata Kelola dan Hukum Desa

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 06:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seminar Bogor Istimewa Angkat Isu Tata Kelola dan Hukum Desa Doc: ANTARA
Ket. Seminar bertajuk “Penguatan Tata Kelola Desa dan Advokasi Hukum Menuju Bogor Istimewa” digelar di Aula Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KABUPATEN BOGOR – Seminar bertajuk “Penguatan Tata Kelola Desa dan Advokasi Hukum Menuju Bogor Istimewa” digelar di Aula Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan melibatkan akademisi, praktisi hukum, dan perangkat desa. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas tantangan serta peluang tata kelola pemerintahan desa.

Acara tersebut diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Daerah Bogor Raya dan dibuka secara resmi oleh Camat Tamansari, Yudi Hartono, pada Selasa (16/9). Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap peran mahasiswa yang konsisten mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik di tingkat lokal.

Seminar menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni akademisi Dr. Saepudin Muhtar dan praktisi hukum Dr. Dinalara D. Butar Butar. Keduanya memberikan materi terkait penguatan tata kelola desa yang transparan dan pentingnya pemahaman advokasi hukum bagi perangkat desa maupun masyarakat.

Ketua Pelaksana sekaligus Koordinator BEM PTNU Bogor Raya, Maulana Yusuf, menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan bangsa. Ia menilai, penguatan kapasitas tata kelola desa tidak bisa dilepaskan dari aspek hukum agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan berpihak pada masyarakat.

“Melalui penguatan tata kelola desa dan advokasi hukum, kami berharap lahir generasi yang mampu mendukung terwujudnya Bogor yang lebih istimewa,” kata Maulana dalam sambutannya.

Ia menambahkan, seminar ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata, tidak hanya dalam ranah akademik, tetapi juga dalam mendorong perubahan sosial yang bermanfaat langsung bagi masyarakat desa.

Kegiatan ini mendapat perhatian luas dari para kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta mahasiswa. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi dan menyampaikan pandangan terkait praktik pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan warga.

Selain membahas aspek teknis tata kelola pemerintahan desa, seminar juga menyoroti pentingnya sinergi antar elemen, baik pemerintah daerah, akademisi, maupun masyarakat. Sinergi ini dianggap kunci untuk memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan hukum.

Melalui kegiatan ini, BEM PTNU Bogor Raya bertekad memperkokoh perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi agen perubahan di kampus, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan di desa.

Ia berharap seminar ini menjadi langkah awal memperkuat kapasitas pemerintahan desa di Kabupaten Bogor, sekaligus mempertegas komitmen mahasiswa untuk terus berperan dalam advokasi hukum dan pemberdayaan masyarakat menuju Bogor yang lebih istimewa.

Dinalara D. Butar Butar dalam paparannya menekankan bahwa advokasi hukum di tingkat desa bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar hak dan kewajibannya terlindungi. Hal ini penting untuk mencegah munculnya konflik maupun penyalahgunaan wewenang.

Sementara itu, Dr. Saepudin Muhtar menyoroti perlunya tata kelola desa yang lebih partisipatif. Menurutnya, pembangunan desa harus melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga evaluasi agar hasil pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.