Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PUPR Mataram Petakan Titik Sumbatan Drainase Antisipasi Banjir di Musim Hujan

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 16:16 WIB | Oleh:
PUPR Mataram Petakan Titik Sumbatan Drainase Antisipasi Banjir di Musim Hujan Doc: ANTARA/HO-Dinas PUPR
Ket. Kegitan normalisasi salurah oleh tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akhir tahun 2024.

MATARAM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pemetaan titik-titik rawan sumbatan drainase sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan tahun ini.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Selasa (16/9), mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko genangan dan potensi banjir di sejumlah wilayah.

"Saat ini normalisasi drainase masih terus kami gencarkan," katanya.

Dia mengatakan beberapa sumbatan di gorong-gorong sudah ditangani, namun volume sampah yang terbawa arus saat hujan deras menjadi tantangan utama di lapangan.

Ketika terjadi hujan lebat, sampah yang ada di sungai dan drainase digelontor air, sehingga menimbulkan sumbatan baru dan itulah yang perlu diantisipasi.

Untuk mendukung langkah tersebut, Dinas PUPR telah menyiapkan dua posko, yakni di Tanjung Karang dan Pagesangan. Posko itu berfungsi memantau kinerja pompa yang digunakan membuang luapan air drainase ke laut.

"Dengan cara itu, hambatan aliran air saat curah hujan tinggi dapat diatasi lebih cepat," katanya.

Di sisi lain, antisipasi tidak hanya difokuskan pada wilayah hilir Kota Mataram, tetapi juga memperhatikan debit air dari wilayah hulu.

Berdasarkan pantauan terakhir, ketinggian air masih berada pada level aman, yakni di bawah 90 sentimeter.

"Belajar dari bencana banjir 6 Juli 2025, kami harus siaga dari hulu agar kondisi di hilir tetap terkendali," katanya.

Lale mengatakan sebelum musim hujan volume sampah di saluran memang hampir sama, karena semakin digali dan ditangani, sampah di saluran semakin banyak terhimpun.

Begitu juga dengan kondisi sungai, semakin bersih sungai semakin senang masyarakat membuang sampah ke sungai.

"Pokoknya, masalah sampah saluran dan sungai ini tidak ada habis-habisnya. Ini karena masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan serta dampak membuang sampah sembarangan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.