Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Lokal Minati Proyek Feeder LRT Jabodebek Cibubur–Mekarsari

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 15:50 WIB | Oleh:
Investor Lokal Minati Proyek Feeder LRT Jabodebek Cibubur–Mekarsari Doc: ANTARA

JAKARTA — Seorang investor lokal menyatakan minatnya untuk ikut serta dalam rencana pemerintah membangun kereta pengumpan (feeder) bagi layanan light rail transit (LRT) Jabodebek, menurut Kementerian Perhubungan.

Indonesia telah memiliki sistem LRT yang menghubungkan kota-kota besar di sekitar Jakarta, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, yang lebih dikenal dengan sebutan Jabodebek. Saat ini, pemerintah menyiapkan rencana pembangunan feeder yang menghubungkan Stasiun LRT Harjamukti di Cibubur dengan Mekarsari untuk meningkatkan aksesibilitas bagi para penumpang. Feeder merupakan kereta berukuran lebih kecil yang berfungsi mengantarkan penumpang menuju moda transportasi utama untuk melanjutkan perjalanan.

“Seorang investor lokal telah mengajukan letter of intent (LoI) terkait rencana pembangunan feeder Cibubur–Mekarsari untuk LRT Jabodebek. Saat ini studi tengah berlangsung,” ujar Direktur Transportasi Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Arif Anwar, Senin (15/9).

Arif tidak mengungkapkan identitas investor lokal tersebut. Ia menambahkan, hasil kajian akan menentukan skema keterlibatan investor, apakah melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atau skema konsesi. Sebelumnya, pejabat senior pemerintah Allan Tandiono menyampaikan bahwa proyek feeder, baik untuk LRT maupun mass rapid transit (MRT), juga menarik minat investor asing. Untuk MRT, feeder akan difokuskan pada jalur yang menghubungkan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dengan Tangerang Selatan.

“Kami sudah melakukan investor gathering untuk proyek feeder MRT dan LRT pada Mei lalu. Beberapa investor yang tertarik berasal dari Eropa, Tiongkok, maupun Indonesia. Saat ini kami masih menunggu hasil studi kelayakan mereka,” kata Allan pada Juli lalu.

Menurut laporan media sebelumnya, pemerintah sempat mempertimbangkan penggunaan “skytrain” sebagai feeder LRT Jabodebek maupun MRT. Skytrain ini tidak berjalan di kabel, melainkan ditarik oleh sistem berbasis rel. Namun, keputusan akhir mengenai jenis feeder akan bergantung pada detail engineering design (DED) yang masih dikerjakan hingga awal Juni lalu. Pemerintah juga menegaskan akan mempertimbangkan faktor keterjangkauan dan ketersediaan lahan dalam pemilihan moda feeder.

Data resmi menunjukkan investor domestik masih mendominasi arus investasi di Indonesia. Pada semester I/2025, investasi dari dalam negeri tercatat sebesar Rp 510,3 triliun (US$31,1 miliar) atau sekitar 54,1 persen dari total investasi nasional pada periode tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.