Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Penurunan Emisi Kendaraan, Ditjen Hubdat Gelar FGD Elektrifikasi Angkutan Umum

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 14:45 WIB | Oleh:
Dorong Penurunan Emisi Kendaraan, Ditjen Hubdat Gelar FGD Elektrifikasi Angkutan Umum Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA (16/9) - Sebagai upaya untuk mendorong penurunan emisi kendaraan serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar Focus Group Discussion (FGD) "Elektrifikasi Angkutan Umum dalam Mendukung Penggunaan Energi Bersih".

"Elektrifikasi angkutan umum, khususnya bus listrik, menjadi salah satu strategi penting untuk menurunkan emisi serta mendorong efisiensi operasional transportasi," ungkap Direktur Lalu Lintas Jalan, Rudi Irawan saat membacakan sambutan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, di Jakarta, Selasa (16/9) .

Ia juga mengatakan program ini selaras dengan target nasional untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, sebagaimana diamanatkan dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan nasional.

Sektor transportasi darat merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar di Indonesia, terlebih adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor, khususnya kendaraan pribadi yang turut berkontribusi pada polusi udara dan konsumsi energi fosil yang tinggi.

"Melalui kegiatan ini, saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, akademisi, maupun masyarakat untuk bekerja sama mendukung percepatan penggunaan energi bersih di sektor transportasi darat," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menuturkan saat ini pencemaran udara di wilayah Jakarta sekitar 67% yang disumbang dari kendaraan umum dan Jakarta merupakan kota ketiga paling berpolusi di dunia.

"Sebagai upaya mengurangi polusi, kami menginisiasi peralihan bus TransJakarta dari berbahan bakar minyak ke bus listrik. Kini sudah ada 260 bus listrik. Tahun ini direncanakan penambahan 200 bus listrik. Sementara target pada tahun 2030 memenuhi sebanyak 10.000 bus listrik," jelas Khoirudin.

Ia melanjutkan berdasarkan hasil evaluasi, peralihan ke bus listrik mampu mengurangi sebanyak 20 ribu ton karbon di wilayah Jakarta. Hal ini membuat Jakarta menerima Sertifikat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Sejalan dengan itu, Walikota Bogor Dedie A Rachim sependapat dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk membuat kebijakan yang mengutamakan aspek lingkungan.

"Selain dari peralihan ke energi listrik, sumber polusi juga harus diperbaiki. Perlu komitmen bersama agar energi listrik yang nantinya digunakan dihasilkan dari sistem pembakaran yang ramah lingkungan karena saat ini energi listrik masih diperoleh dari 32 ribu ton batu bara," ujar Dedie.

Tidak lupa, pihaknya juga mengapresiasi Pemerintah Daerah DKI Jakarta karena telah tersambungnya bus TransJakarta hingga ke Bogor sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang menyumbang polusi.

Pada kegiatan ini dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama untuk Elektrifikasi Angkutan Umum dan dilanjutkan dengan sesi diskusi panel. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.