Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Peringatkan Puncak Hujan Sulteng September 2025–April 2026, Waspada Banjir!

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 15:58 WIB | Oleh:

Ia mengatakan prediksi musim hujan ini untuk menjadi acuan atau pertimbangan dalam memberikan kebijakan kepada masyarakat.

PALU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri memprediksi puncak musim hujan di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada September 2025 hingga April 2026, mengingat tidak meratanya musim hujan di provinsi itu.

Kepala BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri Asef Firman Hilahi di Palu, Selasa, mengatakan musim hujan di Sulawesi Tengah pada 2025 ini tidak merata.

“Sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah akan memasuki musim hujan pada November 2025 hingga Maret 2026. Musim hujan di Sulawesi Tengah pada tahun 2025 ini tidak merata, ada juga yang sudah mulai hujan pada Maret lalu dan masih berlangsung,” katanya.

Sementara itu awal musim hujan di Kabupaten Buol dan Toli-Toli diprediksi terjadi pada November 2025 dan Banggai, Banggai Kepulauan, Tojo Una-Una, serta Banggai Laut diprediksi pada awal bulan Maret 2026.

BMKG mencatat sekitar 34 persen wilayah Sulawesi Tengah diprediksi mengalami awal musim hujan yang lebih cepat dari normal, 14 persen sesuai normal, 14 persen lebih lambat, sementara 24 persen wilayah mengalami hujan sepanjang tahun dan 14 persen hanya memiliki satu musim.

Ia mengatakan hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh negatif pada indeks IOD sehingga suhu muka laut di perairan Indonesia lebih hangat daripada normalnya yang mempercepat pembentukan awan hujan.

Secara umum, 69 persen wilayah Sulteng memiliki sifat curah hujan yang diperkirakan normal. Namun ia mengingatkan sejumlah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan karena diprediksi mengalami musim hujan dengan curah hujan lebih tinggi dari biasanya atau atas normal.

Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Banggai, Buol, Banggai Kepulauan, dan Toli-Toli, serta sebagian wilayah Donggala, Parigi Moutong, Kota Palu, Sigi, Poso, Morowali, dan Morowali Utara.

Sementara itu BMKG mencatat puncak musim hujan di Sulawesi Tengah akan berlangsung pada September 2025 hingga April 2026.

Di Sulawesi Tengah bagian barat, seperti Kota Palu dan sebagian Sigi serta Donggala, puncak musim hujan diprediksi pada September hingga Desember. Sementara di wilayah bagian utara diperkirakan pada November, dan wilayah bagian timur pada April 2026.

Lebih dari separuh wilayah, sekitar 52 persen diprediksi mengalami puncak hujan lebih cepat dibanding biasanya. Durasi musim hujan rata-rata akan berlangsung 10-12 dasarian atau sekitar tiga hingga empat bulan.

"Beberapa daerah yang diprediksi mengalami durasi lebih panjang, seperti Parigi Moutong bagian selatan, sebagian Donggala, dan Tojo Una-Una," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.