Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Pasokan Minyak Goreng, Bappenas Gandeng Kemenimipas Hilirisasi Komoditas Kelapa

📅 Senin, 15 Sep 2025, 13:18 WIB | Oleh:
Perkuat Pasokan Minyak Goreng, Bappenas Gandeng Kemenimipas Hilirisasi Komoditas Kelapa Doc: antara foto
Ket. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy gandeng Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam program hilirisasi komoditas kelapa.

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggandeng Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam program hilirisasi komoditas kelapa untuk memperkuat pasokan minyak goreng.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan bahwa kelapa sebenarnya sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan pembuatan minyak goreng, tapi karena tidak ada industrialisasi yang berkelanjutan, rantai pasok produksi komoditas tersebut pun hilang.

“(Ketika) mata rantai produksi minyak goreng hilang, akibatnya apa? Begitu ada persoalan minyak kelapa sawit yang diproduksi oleh industri kurang, tiba-tiba kita kolaps (karena suplai minyak goreng yang tidak lancar),” ujar Rachmat Pambudy, di Jakarta, Senin (15/9).

Selain meningkatkan produksi minyak kelapa sebagai minyak goreng, ia mengatakan kolaborasi dengan Kemenimipas dapat memperluas upaya diversifikasi produk turunan kelapa melalui proses industri sederhana lainnya.

Misalnya, pembibitan pohon kelapa untuk perkebunan; pembuatan kerajinan berbahan dasar daun, batok, dan sabut kelapa; maupun pembuatan virgin coconut oil (VCO) untuk industri kosmetik dan obat-obatan.

Rachmat menyatakan ke depannya pihaknya berencana untuk membangun kerja sama dengan industri farmasi untuk mengolah produk VCO agar dapat didistribusikan dalam botol hingga kapsul.

“Nah kalau masuk dalam rantai pasok seperti itu, maka kita bisa masuk dalam rantai pasok dunia,” ujarnya pula.

Bappenas pun berharap program hilirisasi kelapa tersebut dapat memberikan keterampilan baru bagi para penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan) yang dapat mereka manfaatkan usai menyelesaikan masa tahanan nanti.

Rachmat menuturkan potensi hilirisasi kelapa secara nasional sangat besar, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan garis pantai terbesar di dunia.

Bahkan, Indonesia merupakan negara penghasil dan pengekspor kelapa terbesar di dunia, bersaing dengan Filipina.

Agar dapat mengoptimalkan potensi tersebut, menurut dia, diperlukan upaya untuk mendiversifikasi produk olahan kelapa yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan industri; hingga inovasi dan teknologi di bidang semikonduktor.

Ia mengatakan bahwa kini industrialisasi kelapa termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga juga perlu diprioritaskan.

“Dengan memasukkan hilirisasi kelapa itu dalam PSN, mudah-mudahan ini menjadi dasar bahwa kita bisa mengembangkan investasi, meningkatkan produktivitas, meningkatkan nilai tambah, dan juga meningkatkan kesempatan kerja, termasuk bagaimana membangun produk turunan kelapa,” kata Rachmat Pambudy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.