Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

65.000 Siswa Terverifikasi Penerima Sekolah Gratis di Provinsi Banten

📅 Senin, 15 Sep 2025, 13:23 WIB | Oleh:
65.000 Siswa Terverifikasi Penerima Sekolah Gratis di Provinsi Banten Doc: antara foto
Ket. Program sekolah gratis di Provinsi Banten.

SERANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten mengatakan program sekolah gratis digulirkan pemerintah provinsi setempat telah diverifikasi melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan jumlah penerima mencapai 65.000 siswa.

“Kita untuk anggaran sekolah gratis itu di Rp102 miliar untuk enam bulan. Dengan jumlah siswa setelah divalidasi di Dapodik itu 65.000-an (anak), dari laporan awal manual itu 70.000-an," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Lukman di Kota Serang, Senin (15/9).

Dia menjelaskan perbedaan angka antara laporan manual dan data Dapodik disebabkan adanya siswa yang terdaftar di lebih dari satu sekolah.

“Setelah divalidasi di Dapodik baru terverifikasi. Jadi satu nama otomatis dicek di beberapa sekolah. Kalau ada ganda pasti dihapus. Hasil penyaringan di Dapodik itu di angka 65.000 (anak),” ujarnya.

Ia menjelaskan jumlah sekolah yang ikut program mencapai 814 unit yang seluruhnya sekolah swasta setingkat SMA, SMK, dan SKh.

Terkait dengan kapasitas, ia menegaskan tidak ada sekolah yang melampaui batas ketentuan.

“Kalau SMK maksimal 24 kelas dengan 36 siswa per kelas. Kalau SMA 12 kelas dengan jumlah siswa per kelasnya 36 (siswa). Dari laporan yang masuk tidak ada yang melebihi, malah banyak SMK jumlah siswanya kurang karena keterbatasan ruang kelas," ujar dia.

Ia menambahkan target awal program 82.000 siswa, namun jumlahnya bergantung kesediaan sekolah untuk bergabung.

"Kalau sekolah mau ya silakan, kalau tidak ya tidak kita paksakan," katanya.

Lukman menyebut sebagian lulusan SMP yang tidak masuk dalam skema sekolah gratis akan terdata pada pendataan siswa kelas 10.

"Biasanya di angka 140.000 SMA-SMK. Tapi ini belum kita cek seluruhnya, jadi perkiraan dari 225.000 lulusan SMP dan MTs," ujarnya.

Untuk menekan angka putus sekolah, ia mengatakan, koordinasi dengan dinas kabupaten dan kota terus berjalan.

"Anak-anak yang tidak melanjutkan sudah kita data bersama kabupaten/kota. Tahun kemarin di Kota Serang ada 36 siswa ingin masuk SMK, kita fasilitasi. Kalau masih ada daya tampung, langsung kita masukkan," kata Lukman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.