Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uji Coba Sistem LEISA di Kukar Dongkrak Panen Padi Jadi 6,2 Ton Per Ha

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 10:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Uji Coba Sistem LEISA di Kukar Dongkrak Panen Padi Jadi 6,2 Ton Per Ha Doc: ANTARA
Ket. Kepala BI Kaltim Budi Widihartanto (paling kanan) saat panen padi bersama Wakil Gubernur Kaltim dan Bupati Kukar serta pihak terkait.

SAMARINDA – Hasil uji coba penanaman padi dengan menerapkan sistem Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil mendongkrak produktivitas panen padi dari sebelumnya 3,6 ton per hektare menjadi 6,2 ton per hektare.

Sistem LEISA merupakan pola untuk mendukung modernisasi pertanian, termasuk menerapkan aplikasi digital farming melalui pemanfaatan drone sprayer agriculture.

“Sistem ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah, termasuk untuk mengendalikan inflasi di Kaltim,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto, di Samarinda, Minggu (14/9).

BI Kaltim sebagai pendorong uji coba penerapan sistem LEISA, kata Budi, merasa senang dengan hasil yang dicapai, karena hasil uji coba yang diterapkan di Kelurahan Bukit Biru, Kabupaten Kutai Kartanegara, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, yakni sekitar 74 persen.

Dengan produksi padi yang meningkat, ia memproyeksikan suplai bahan pokok bakal terpenuhi dari lokal sekaligus para petani bisa meningkat kesejahteraannya. Di sisi lain, penerapan sistem LEISA berarti akan terjadi transformasi modernisasi pertanian dengan biaya produksi lebih efisien dan produktivitas lebih meningkat.

Menurut dia, ke depan lebih optimistis laju inflasi terjaga baik untuk jangka menengah maupun panjang, karena ada kepastian suplai bahan pokok dari lokal.

Ia mengatakan bahwa terdapat dua kelompok tani yang dilibatkan dalam uji coba ini, yakni Gapoktan Citarum dan Gapoktan Sukamaju. Masing-masing memperoleh hasil panen 5,3 ton GKG per hektare dan 7,23 ton GKG per hektare, sehingga rata-rata sebanyak 6,2 ton GKG per hektare.

"BI Kaltim telah melakukan program serupa di beberapa kabupaten/kota di Kaltim seperti di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat, Kubar, dan Kabupaten Mahakam Ulu," katanya.

Program ini menjadi bagian dari dukungan BI terhadap Asta Cita Swasembada Pangan secara nasional yang diterapkan di daerah-daerah potensial, salah satunya di Kaltim, yakni dengan menggandeng pemerintah daerah, forum koordinasi pimpinan, hingga pelibatan perguruan tinggi.

Kemudian, lanjut Budi, sebagai bentuk dukungan nyata, BI Kaltim pun menyalurkan bantuan seperti alat pertanian modern kepada kelompok tani binaan. Bantuan tersebut meliputi drone sprayer, smart farming tools, sumur bor, hingga kandang sapi yang diarahkan untuk pertanian terintegrasi.

"Kami sudah menginisiasi panen pertama pada Mei 2025, yang kedua September ini, dan akan terus berlanjut. Melalui kolaborasi bersama pemerintah dan perguruan tinggi, kami kita yakin swasembada pangan Kaltim bisa tercapai. Kami berharap program ini bisa menjadi inspirasi bagi pihak terkait untuk memperluas dukungan fiskal kepada petani," kata Budi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

52 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.