Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat Harapan Baru Adelia Wujudkan Mimpi

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 17:47 WIB | Oleh:
Sekolah Rakyat Harapan Baru Adelia Wujudkan Mimpi Doc: ANTARA/HO-Biro Humas Kemensos/Ayub Argyan Atmaja
Ket. Adelia Eka Tri Septiani (16), murid Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Kota Bekasi, Jawa Barat.

JAKARTA - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Kota Bekasi, Jawa Barat, memberi harapan baru dan menjadi rumah kedua yang memberikan rasa kehangatan keluarga bagi Adelia Eka Tri Septiani (16).

Menjadi siswi SRMA membuatnya merasa memiliki kemewahan karena mendapatkan ranjang sendiri, bahkan sebuah meja tulis kecil. Sesuatu yang dulu terasa mustahil karena bertahun-tahun ia terbiasa berdesakan di sepetak kamar sempit bersama nenek dan tiga adiknya.

"Saya di sini makan enggak perlu mikir lagi, tinggal makan, tetapi, terkadang saya kepikiran adik saya, adik di rumah makan apa," ucap Adelia dalam keterangan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang diterima di Jakarta, Minggu.

Sebagai bentuk rasa syukur, ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atas hadirnya Sekolah Rakyat ketika ditemui Tim Kemensos di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi.

Di tengah rasa syukur, Adelia terkadang masih diselimuti rasa haru. Ia teringat pada adik-adiknya di rumah, yang setiap hari hanya menyantap telur atau mie instan pendamping nasi.

Kedekatan Adelia dengan adik-adik dan neneknya terjalin sejak sang ibu menikah kembali, sementara sang ayah harus masuk di balik jeruji besi akibat kecanduan narkoba. Adelia hanya merasakan pelukan neneknya dan memiliki tanggung jawab besar terhadap ketiga adiknya yang masih kecil.

Kehidupan keluarganya sangat bergantung pada usaha kopi dan teh sang nenek yang tak menentu hasilnya. Dalam sehari, keuntungan penjualannya hanya sekitar Rp15-20 ribu per hari. Jumlah itu tentu jauh dari cukup untuk menopang kebutuhan hidup, apalagi membiayai sekolah cucunya.

Meski begitu, kondisi perekonomian yang pas-pasan tak menghalangi nenek dan adik-adiknya untuk sesekali datang menjenguk.

"Kakak di sana semangat ya. Kalau kakak di-bully (dirundung), tenang, aku selalu doain kakak di rumah," ucap salah satu adik Adelia ketika berkunjung ke Sekolah Rakyat.

Kesempatan menempuh bangku sekolah bagi Adelia datang secara tak terduga. Awalnya, seorang temannya menolak tawaran masuk Sekolah Rakyat. Tanpa pikir panjang, Adelia segera mengambil peluang besar untuk menggantikan sang teman tersebut.

"Senang sekali, langsung terbayang akhirnya mimpiku bisa terwujud, bisa melanjutkan sekolah," katanya dengan mata berbinar.

Bagi Adelia, Sekolah Rakyat hadir sebagai jembatan menuju cita-cita besar menjadi seorang hakim yang selama ini ia genggam erat.

"Cita-citaku ingin jadi hakim karena ayah sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akibat narkoba, aku ingin menegakkan keadilan," paparnya.

Adelia juga memiliki mimpi lain, yakni bisa kembali berkumpul dengan ibu, ayah, nenek, dan adik-adiknya lalu mewujudkannya dalam satu bingkai foto keluarga. Bayangan itu kerap hadir di benaknya, namun ia tidak ingin menjadikannya beban.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.