Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Ungkap Laut Arktik Memanas Empat Kali Lebih Cepat daripada Rata-rata Global

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 22:32 WIB | Oleh:
Ilmuwan Ungkap Laut Arktik Memanas Empat Kali Lebih Cepat daripada Rata-rata Global Doc: AFP/Getty Images

LONDON - Sejumlah ilmuwan belum lama ini mendeteksi DNA spesies laut invasif di Arktik Kanada, memberikan bukti bahwa perairan yang menghangat dengan cepat di area tersebut menjadikannya kurang efektif sebagai pelindung alami terhadap ancaman ekologi.

Penelitian itu, yang diterbitkan dalam jurnal Global Change Biology sebelumnya pada pekan ini oleh para ilmuwan di British Antarctic Survey (BAS), menandai identifikasi pertama spesies teritip yang bukan spesies asli daerah tersebut di perairan Arktik Kanada.

Perubahan iklim memanaskan Laut Arktik hampir empat kali lebih cepat daripada rata-rata global. Perairan yang dulunya dingin dan menghalangi organisme invasif kini kehilangan perannya sebagai pelindung termal.

Penemuan ini dilakukan dengan menggunakan metabarcoding DNA lingkungan (eDNA), suatu teknik yang memungkinkan pendeteksian beberapa spesies dari sampel air tunggal.

Saat organisme laut melintasi lautan, mereka melepaskan materi genetik melalui sel kulit, kotoran, dan jejak biologis lainnya. Dengan menganalisis jejak-jejak yang dikumpulkan dari rute kapal pesiar Arktik, para ilmuwan mengidentifikasi teritip teluk (Amphibalanus improvisus) yang bukan spesies asli daerah tersebut.

Spesies ini, yang sudah umum di perairan Eropa dan Samudra Pasifik, diketahui menyebabkan pencemaran biologis pada kapal, jaringan pipa, dan infrastruktur pesisir, serta mengganggu ekosistem asli.

Spesies invasif laut sering kali terbawa dalam air pemberat kapal (ship ballast water) atau menempel pada lambung kapal. Lalu lintas pelayaran di Arktik Kanada juga telah meningkat lebih dari 250 persen sejak tahun 1990, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak ekologis di masa mendatang.

"Perubahan iklim benar-benar merupakan inti dari masalah ini," kata Elizabeth Boyse, penulis utama studi ini dan ahli ekologi di BAS.

"Jumlah kapal meningkat karena berkurangnya es laut yang kemudian memberi jalan bagi rute pelayaran baru. Selain itu, spesies invasif yang terbawa oleh kapal yang berlayar ke Arktik kini menjadi lebih mungkin bertahan hidup dan membentuk populasi karena suhu air yang lebih hangat," kata Boyse. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.