Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menekraf: Industri 'Dance' Punya Nilai Ekonomi dan Lapangan Kerja

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 14:18 WIB | Oleh:
Menekraf: Industri 'Dance' Punya Nilai Ekonomi dan Lapangan Kerja Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Federasi Dancesport dan Breaking Indonesia (FDBI), Jakarta, Kamis (11/9).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan industri dance di Indonesia tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha di sektor kreatif.

"Industri dance memiliki nilai tambah yang besar, tidak hanya dari sisi seni, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Dengan dukungan yang tepat, industri ini bisa menjadi sektor unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia,” jelas Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Jumat.

Riefky mendukung penguatan ekosistem seni pertunjukan seperti dancesport dan breakdance. Riefky menilai sinergi pemerintah dengan komunitas perlu dijalin dengan menciptakan ruang kreatif yang tidak hanya mendukung ekspresi seni, tetapi juga mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku industri.

Maka itu Menekraf menerima audiensi dari Federasi Dancesport dan Breaking Indonesia (FDBI) yang merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya pada ajang Street Dance/Breaking/Dancesport di Taman Budaya, Nusa Tenggara Barat, yang digelar bertepatan dengan Festival Olahraga Nasional (FORNAS) VIII pada 27 Juli 2025.

Industri dance di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang pesat. Banyak komunitas dan pelaku seni tari yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa di berbagai kompetisi nasional hingga internasional, membuktikan bahwa potensi sektor ini semakin menjanjikan.

Menteri Ekraf menyebut perlu dukungan yang tepat untuk menjawab keresahan komunitas agar ada "payung" yang benar-benar bisa melindungi industri dance di Indonesia.

Ketua Umum FDBI Ardiyansyah Djafar menyebut ekosistem dance masih memerlukan dukungan kebijakan yang kuat agar pelaku dan komunitas dance dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Kami sadar bahwa ekonomi kreatif itu menjadi sektor yang sangat krusial, sangat strategis untuk membangun industri kreatif. Jadi kami berharap Kementerian Ekraf ini bisa menjadi 'payung' bagi industri kreatif. Bisa menjadi kementerian yang strategis untuk menghidupkan industri ekonomi kreatif yang lebih luas dan lebih besar di Indonesia,” ungkap Ardiyansyah.

Ia mengatakan melalui FDBI sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif berharap dapat berkontribusi terhadap PDB dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Air Baku PDAM Bangka Tengah...
Megapolitan
Minggu Sore Hujan Mengintai...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.