Direktur Persija Yakin Larangan Suporter Tandang Segera Dicabut: “Pelan-Pelan Pasti Bisa”
Jumat, 12 Sep 2025, 01:30 WIBJAKARTA -Â Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, optimistis larangan suporter tandang di Liga Indonesia bisa dicabut oleh PSSI dan operator BRI Super League, PT I.League secara bertahap. Ia meminta Jakmania terus membuktikan diri sebagai suporter damai agar kepercayaan federasi dan operator liga kembali pulih.
Namun ia mengingatkan bahwa hal itu membutuhkan waktu sebab masih ada beberapa catatan buruk saat para suporter tim tamu diizinkan mendampingi tim kesayangannya pada pertandingan-pertandingan Liga Indonesia yang sudah dimainkan.
âIdealnya selalu ada penonton tim tamu, mau di mana pun di dunia, tapi karena kita Indonesia nih, Liga Indonesia, berkali-kali setiap datang penonton tim tamu itu pasti ada keributan,â kata Prapanca pada acara Ngopi bareng Persija di Persija Cafe, Jakarta, Kamis.
âNah pesan saya sama teman-teman Jakmania, kalau andaikan menonton pertandingan tandang, tunjukkan bahwa kita suporter yang damai, ingin menikmati sepak bola, jadi biar kecintaan mereka satu, dan kita (suporter Persija) juga memberikan kontribusi (pembelian tiket) ke tuan rumah,â kata dia melanjutkan.
Persija telah dua kali melakukan pertandingan tandang pada BRI Super League 2025/2026, yakni melawan Persis Solo (16/8) dan Dewa United. Untuk pertandingan melawan Dewa, laga itu dimainkan tanpa penonton, namun pada pertandingan melawan Persis, terdapat ratusan penggemar Persija yang menyaksikan pertandingan itu secara langsung di Stadion Manahan, Surakarta.
Atas apa yang dinilai sebagai pelanggaran itu, Persija dijatuhi denda Rp 25juta oleh Komite Disiplin PSSI.
Pada Musim ini operator liga yakni I.League masih memberlakukan larangan suporter untuk mendampingi tim kesayangannya pada laga-laga tandang. Larangan kehadiran suporter tim tamu sudah diberlakukan sejak pecahnya tragedi Kanjuruhan pada 2022.
Namun berkali-kali pula peraturan itu dilanggar oleh kelompok-kelompok suporter, yang berakibat baik tim tuan rumah maupun tim tamu dijatuhi denda.
Prapanca menilai kelompok suporter Persija yakni Jakmania telah melakukan banyak upaya untuk menampilkan diri sebagai suporter yang baik, baik pada pertandingan kandang maupun tandang.
âJakmania membuktikan untuk tidak melakukan keributan, perkelahian atau perusakan.
dan ini karena edukasi yang harus berjalan, memang tidak secepat itu, tapi pelan-pelan,â ujar Prapanca.
âTapi selama kita bisa buktikan, saya yakin pelan-pelan mudah-mudahan dari pihak federasi bisa mulai mengizinkan, mungkin cuma misalkan 500 (tiket penonton tandang) dulu, 1.000 (tiket tandang) tapi kan ya kita harus buktikan dulu, biar nanti dari federasi bisa oh oke nih,â ujarnya.
- persija jakarta
- liga indonesia
- jakmania
- larangan suporter tandang
- mohamad prapanca
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Agar Idul Fitri Berjalan Aman dan Lancar, Sulawesi Perkuat Cadangan Energi
-
Gubernur Pramono: Masjid di Jakarta Harus Beri Manfaat Luas Bagi Umat
-
Perhatikan Jadwal THR bagi Pengemudi Ojol
-
Wisata Belungguk Point di Bengkulu Jadi Upaya UMKM Naik Kelas
-
Prajurit TNI Gugur Dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian di Lebanon
-
Ini Spesifikasi Bus Listrik Anyar yang Akan Digunakan Persija Musim Depan
-
Ini Jadwal Lengkap Pekan ke-18 BRI Super League: Persib vs PSBS, Persija Tantang Madura United
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.