PSSI Harus Perjuangkan Format 'Home and Away', Qatar Dibom
Kamis, 11 Sep 2025, 07:42 WIBJAKARTA â Serangan bom Israel yang mengguncang Qatar akhir pekan lalu menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelanjutan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Negara Teluk itu sejak awal ditunjuk AFC sebagai tuan rumah terpusat. Namun, dengan situasi keamanan yang tidak lagi kondusif, pengamat sepak bola nasional mendesak PSSI untuk segera mengajukan perubahan format, dari sistem sentralisasi menjadi home and away.
Pengamat sepak bola, Herman Saputra, menilai PSSI tidak boleh menunda langkah diplomasi ke FIFA. Menurutnya, kondisi terbaru di Qatar memberikan alasan sangat kuat bagi Indonesia untuk menuntut format yang lebih adil. Ini bukan serangan pertama. Ini yang kedua dari serangan ke Qatar.
âKeamanan di Qatar sudah tidak bisa dijamin. Jika tetap dipaksakan, risikonya sangat besar. PSSI harus memanfaatkan momentum ini untuk mendorong perubahan sistem ke home and away. Itu lebih aman sekaligus fair bagi semua peserta,â ujar Herman. Dia mengingatkan, sejak awal banyak pihak mengkritik keputusan AFC yang menunjuk Qatar sebagai tuan rumah terpusat.
Dengan sistem itu, Qatar dan Arab Saudi otomatis mendapat keuntungan besar, baik dari sisi adaptasi cuaca, dukungan penonton, maupun faktor nonteknis. âSejak awal sudah tidak adil. Sekarang, dengan adanya bom, semakin jelas alasan untuk menolak format sentralisasi,â ujarnya.
Herman menilai home and away merupakan opsi paling realistis di tengah situasi yang tidak menentu. âKalau bicara alternatif tuan rumah, selalu ada tarik-menarik kepentingan. Tapi kalau kembali ke format home and away, semua negara mendapat kesempatan sama: main di kandang dan tandang. Itu akan mengembalikan esensi kualifikasi,â ujarnya.
Herman menambahkan, FIFA dan AFC seharusnya tidak kesulitan mengembalikan format tersebut. Sebelum pandemi, hampir semua babak kualifikasi dilaksanakan dengan sistem home and away. âJadi ini bukan hal baru. Justru aneh jika tetap memaksa memakai sistem terpusat di satu negara yang sedang tidak aman,â jelasnya.
Selain soal keamanan, dia menyoroti aspek persiapan tim nasional. Jika tetap di Qatar, Indonesia dan negara lain harus melakukan adaptasi cuaca ekstrem yang melelahkan. Sedangkan dengan format home and away, tim bisa memaksimalkan dukungan suporter di kandang sendiri. âBermain di kandang memberi energi tambahan bagi pemain. Itu bisa jadi keuntungan signifikan bagi Indonesia,â ujarnya.
Sikap proaktif PSSI akan menentukan. Jika federasi hanya menunggu keputusan AFC, besar kemungkinan format terpusat tetap dipaksakan. Makanya PSSI harus berani melayangkan protes resmi karena alasannya sangat kuat, demi keamanan. PSSI perlu menggalang dukungan negara lain, peluang perubahan sistem cukup terbuka.
Main Di Arab Saudi
Saat ini, publik sepak bola tanah air menunggu langkah konkret PSSI. Belum ada pernyataan resmi dari PSSI, namun tekanan dari luar semakin keras. âPSSI jangan diam. Kalau tidak bergerak sekarang, kita akan kehilangan kesempatan memperjuangkan keadilan sekaligus keselamatan,â tandasnya.
Meski timnas Indonesia yang berada di Grup B bersama Irak akan bertanding di Arab Saudi, situasi Qatar yang berdekatan dipastikan berpengaruh. Karena itulah pemindahan lokasi pertandingan sangat mendesak. Apalagi keputusan Arab Saudi sebagai tuan rumah sangat tidak adil karena kemungkinan besar akan mendapat dukungan penuh dari para suporter. Kondisi ini menambah tingkat kesulitan bagi Timnas Indonesia. ben/G-1
- Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Bilbao Bersiap Hadapi Serbuan Suporter Inggris Jelang Final Liga Europa Spurs vs Man United
-
Pendidikan Seksual Sejak Dini Penting Cegah Pelecehan
-
Pemprov Babel Kirim Enam Pelajar Terbaik untuk Seleksi Paskibraka Nasional
-
Sudin KPKP Jaktim Karantina 82 Hewan Kurban yang Flu Ringan
-
Konflik dengan Mantan Manajer, Justin Bieber Bayar Kompensasi hingga 30 Juta Dolar AS
-
Lifting Minyak Nambah, Agustus Jadi Bulan Produktif Energi
-
Skenario Rumit Timnas Indonesia di Grup B: Kalah Lawan Irak, Pupus Mimpi Piala Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.