Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geopark Kaldera Toba Kini Kembali Menyandang Status Kartu Hijau Unesco

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 07:33 WIB | Oleh:
Geopark Kaldera Toba Kini Kembali Menyandang Status Kartu Hijau Unesco Doc: antara foto
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu menyambut positif kembalinya status green card atau kartu hijau UNESCO Taman Bumi (Geopark) Kaldera Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Menurutnya, kembalinya status kartu hijau pada Geopark Kaldera Toba harus dijaga bersama-sama, termasuk pelestarian dan pemanfaatan untuk ilmu pengetahuan dan peningkatan ekonomi.

“Ini adalah buah manis dari perjuangan semua stakeholder (pemangku kepentingan). Setelah ini, tata kelola Geopark Toba harus lebih baik dan terasa manfaatnya untuk masyarakat," kata Bane di Jakarta, Kamis (11/9).

Dia pun kembali menyerukan pentingnya penetapan zonasi tata kelola kawasan Danau Toba, seperti zona wisata kekhususan (edukasi dan penelitian) ataupun zonasi wisata massal.

"Tujuannya agar keanekaragaman hayati kawasan Danau Toba tetap terjaga namun tetap mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Bane.

Bane juga mengingatkan agar masyarakat turut diajak dan disiapkan terlibat dalam pelestarian dan pengembangan kawasan Danau Toba.

Geopark Kaldera Toba kembali mendapatkan kartu hijau setelah diumumkan pada Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network di Kutralkura, wilayah La Araucania, Chile, Sabtu (6/9).

Sidang Global Geopark Network ini digelar sejak 5 September 2025. Dalam sidang itu, Indonesia mempertahankan tiga geopark, yaitu Kaldera Toba, Ciletuh-Pelabuhan Ratu, dan Rinjani.

Kartu hijau merupakan penilaian tertinggi keanggotaan Global Geopark Network. Dengan status itu, Kaldera Toba berhak menyandang status UNESCO Global Geopark hingga empat tahun ke depan.

Kartu ini juga menjadi indikator standar pengelolaan terpenuhi sesuai protokol UNESCO Global Geopark (UGGp) dan setiap anggota UGGp akan direvalidasi empat tahunan untuk mengevaluasi pengelolaannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.