Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kereta Gantung Puncak Hanya Menjadi Bahan Diskusi, Tak Pernah Dieksekusi untuk Atasi Macet

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 01:06 WIB | Oleh:
Kereta Gantung Puncak Hanya Menjadi Bahan Diskusi, Tak Pernah Dieksekusi untuk Atasi Macet Doc: ist
Ket. lalin macet diatasi dengan kereta gantung

BOGOR – Untuk mengatasi kemacetan jalur Puncak yang semakin parah, sudah lama diwacanakan kereta gantung. Namuan, hanya menjadi bahan diskusi, sebab setelah bertahun-tahun, wacana tersebut tinggal angan-angan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto memaparkan rencana pembangunan Suspended String Light Rail Transport (SSLRT) atau kereta gantung yang dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemaparan tersebut disampaikan Rudy dalam rapat ekspose, di Pendopo Bupati, Cibinong, Selasa. Ia menegaskan bahwa proyek SSLRT menjadi langkah awal menghadirkan sarana transportasi modern, efisien, dan ramah lingkungan.

“Ekspose ini merupakan awal dalam menghadirkan solusi transportasi modern, efisien, dan ramah lingkungan untuk masyarakat dan wisatawan Kabupaten Bogor,” kata Rudy. Menurutnya, kawasan Puncak selama ini menghadapi persoalan klasik berupa kemacetan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Kehadiran SSLRT dinilai mampu memberikan alternatif moda transportasi yang aman dan nyaman.

Rudy menambahkan, desain kereta gantung sesuai dengan kondisi geografis Puncak yang berbukit dan padat pengunjung. Dengan jalur udara, beban lalu lintas darat diharapkan bisa berkurang signifikan. Selain itu, SSLRT juga digadang-gadang menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Bogor. Moda transportasi ramah lingkungan ini diproyeksikan dapat menambah daya tarik destinasi wisata unggulan di kawasan tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah beberapa kali menggulirkan rencana penyediaan transportasi umum berupa kereta layang di kawasan wisata Puncak. Terakhir, Pemkab Bogor mengusulkan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pada tahun 2024 dengan konsep B2B (Business to Business). B2B merupakan sebuah transaksi bisnis yang terjadi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.

Pemkab Bogor saat itu bahkan telah menyusun konsep penyediaan kereta layang dengan enam stasiun pemberhentian yang terhubung dari Rest Area Gunung Mas hingga Puncak Pass di perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur. Titik awal stasiun skytrain, yaitu di area parkir bus Gunung Mas. Kedua di areal perluasan Rest Area Gunung Mas. Ketiga di Pakis Hill. Keempat di Pinus Forest. Kelima di Bukit Sumbul dan terakhir Puncak Pass.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.