Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gaikindo Dorong Pabrikan Manfaatkan Peluang Emas Ekspor EV ke Chile

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gaikindo Dorong Pabrikan Manfaatkan Peluang Emas Ekspor EV ke Chile Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Chile Claudia Sanhueza (kiri) dan Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Jerry Sambuaga dalam peluncuran Perundingan IC-CEPA di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (13/6).

Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong pabrikan otomotif untuk segera menyambut positif langkah Pemerintah Chile yang membuka peluang impor mobil listrik dari Indonesia melalui Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile atau Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyatakan bahwa Indonesia memiliki kesiapan dari sisi produksi kendaraan listrik. 

“Ini kesempatan yang bagus, di Indonesia banyak pabrikan yang bisa membuat (mobil listrik), ada Wuling, DFSK, MG, Cherry, dan lainnya. Produknya ada,” kata dia di Jakarta, Selasa (9/9).

Kukuh menambahkan, meskipun Chile menganut sistem kemudi kiri, hal ini bukan menjadi hambatan besar karena konversi bisa dilakukan oleh para produsen.

Gaikindo menilai peluang ekspor ini sebagai kesempatan emas yang patut dimanfaatkan oleh pabrikan otomotif nasional.

“Positif, kita harus ambil, harus dimanfaatkan, ketika ada yang berminat, dan kita punya barangnya, kenapa tidak?” ungkapnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa ekspor mobil bukanlah sekadar transaksi jual beli barang putus. Diperlukan kesiapan infrastruktur pendukung seperti jaringan diler dan layanan purnajual (after sales service) di Chile.

“Berjualan mobil itu tidak sesederhana, oh ada yang mau beli, terus kita kirim. Harus ada purnajualnya juga, itu harus disiapkan di sana, tidak beli putus,” jelas Kukuh, mendorong para produsen otomotif di Indonesia untuk segera merespons peluang ini.

Dengan adanya perjanjian IC-CEPA, tarif perdagangan yang lebih kompetitif dapat menjadi dorongan kuat bagi produsen untuk memperluas pasar ekspor.

“Ini kesempatan untuk memperluas jaringan. Konfidensinya di dalam negeri sudah oke, sekarang ekspor juga harus oke,” imbuh Kukuh.

Diketahui, Pemerintah Chile membuka peluang impor mobil listrik dari Indonesia dengan memanfaatkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Chile (Indonesia-Chile CEPA/IC CEPA).

Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Chile Claudia Sanhueza mengatakan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan negara lain lantaran memiliki kemitraan ekonomi, sehingga produk tersebut dapat masuk ke Chile tanpa dikenakan tarif impor atau nol persen.

Claudia menjelaskan Chile membutuhkan mobil listrik dalam jumlah yang sangat besar. Sementara harga kendaraan listrik di negara tersebut masih cukup mahal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.