Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hama Wereng Serang 20 Hektare Sawah di Pariaman

📅 Senin, 08 Sep 2025, 18:12 WIB | Oleh:
Hama Wereng  Serang 20 Hektare Sawah di Pariaman Doc: Antara/HO-Desa Sikapak Barat
Ket. Kondisi sawah di Desa Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumbar yang terserang hawa wereng.

PARIAMAN - Sekitar 20 hektare lahan sawah atau 60 persen dari 33 hektare persawahan di Desa Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, terserang hama wereng sehingga menimbulkan kerugian bagi petani di daerah itu.

"Ada dua lokasi yang terdampak hama wereng, dekat mushala dan dibalik sungai," kata Kepala Desa Sikapak Barat Almasri di Pariaman, Senin (8/9).

Ia mengatakan kondisi sawah yang terserang hama wereng terparah berada di balik sungai yang menimbulkan kerugian besar bagi petani.

Bahkan, lanjutnya, salah satu petani yang bernama Irwan menyebut kerugian yang dialaminya akibat hama yang menyerang persawahan di desa itu semenjak satu bulan yang lalu itu mencapai Rp12 juta.

Sedangkan sawah yang dekat mushala sudah menunjukkan gejala yang sama terserang hawa wereng, sehingga untuk mengantisipasi agar tidak semakin parah maka pemerintah desa telah memberikan bantuan penyemprotan anti wereng, yang dananya diambil dari Dana Desa.

"Sekarang sawah yang di dekat mushala telah hijau kembali," katanya.

Ia menyampaikan sawah di desa tersebut sebelumnya juga pernah terserang hawa wereng, namun kondisinya tidak separah yang dialami tahun ini.

Ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman memberikan bantuan dalam penanganan hama tersebut sehingga kerugian petani tidak semakin besar.

Sementara itu Irwan mengatakan sudah menyemprotkan lima kali cairan anti wereng, namun upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil. "Ya karena tidak mempan, pasrah saja lagi," ujarnya.

Ia menyebutkan sebelumnya produksi padi di sawahnya dengan luas satu hektare bisa mencapai 2,5 ton, namun karena hama tersebut dipastikan produksinya jauh menurun.

Diketahui Senin pagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari dinas terkait telah meninjau lokasi sawah yang terserang hama wereng tersebut bersama kepala desa setempat.

Sedangkan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Senin sore ini dijadwalkan melihat kondisi persawahan yang terserang hama wereng di desa tersebut guna melihat dan memastikan tindakan yang harus diberikan agar hama tersebut tidak meluas. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.