Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala Bappenas: Program Sapi Merah Putih Jadi Simbol Kemajuan Peternakan Nasional

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala Bappenas: Program Sapi Merah Putih Jadi Simbol Kemajuan Peternakan Nasional Doc: ANTARA
Ket. Para pemangku kepentingan saat menyaksikan sapi perah tropis Indonesia dalam acara Peluncuran Sapi Merah Putih di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (29/8).

Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan Program Sapi Merah Putih merupakan simbol kemajuan bidang peternakan.

“Simbol kemajuan apa yang bisa kita capai dengan Sapi Merah Putih? Perbaikan genetik yang dilakukan oleh ahli-ahli kita yang ada di luar negeri,” ucap dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/9).

Ahli-ahli yang dimaksud berasal dari PT Moosa Genetika Farmindo dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dengan kemampuan teknologi dan pengetahuan mereka, lanjutnya, sapi perah bisa ditingkatkan menjadi lebih berkualitas. Artinya, sapi tersebut tersebut dapat memiliki daya tahan tubuh yang kuat sehingga tak mudah terserang penyakit hingga produksi susu meningkat.

Perbaikan genetika ini dilakukan melalui hasil kerja para ahli embrio transfer manusia dan hewan.

“Kalau ini bisa kita lakukan untuk semua tanaman, banyak ternak kita, maka ini akan jadi revolusi,” kata Kepala Bappenas.

Sapi Merah Putih merupakan program peningkatan genetik yang dirancang untuk memperkuat industri sapi perah Indonesia dengan fokus pada sistem peternakan rakyat.

Menteri PPN/Kepala Bappenas menjadi inisiator dari program ini, mengingat dirinya juga merupakan akademisi di bidang agribisnis dan guru besar di IPB.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan sapi perah yang lebih produktif dan tangguh terhadap kondisi tropis, dengan memanfaatkan plasma nutfah lokal yang telah beradaptasi.

Dia menekankan urgensi dari program Sapi Merah Putih itu sendiri untuk pengembangan sumber daya manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat juga menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengatasi stunting, terutama bagi anak-anak, yang akhirnya tidak bisa sekolah dengan baik jika tumbuh tak sempurna.

Jika mengalami stunting, maka kemampuan mereka dalam membaca hingga memahami sains dan teknologi, akan kesulitan.

Kepala Bappenas mendorong agar program ini dapat dikembangkan secara menyeluruh dari Aceh hingga Papua.

Setelah mengembangkan program MBG, dia menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto meminta ada peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini mengingat 50 persen infrastruktur pendidikan tidak layak, khususnya di tingkat sekolah dasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.