Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: “La Nina” Mungkin akan Segera Kembali

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 02:15 WIB | Oleh:
PBB: “La Nina” Mungkin akan Segera Kembali Doc: AFP/Luis ROBAYO
Ket. FENOMENA LA NINA - Seorang pria yang menggunakan payung berjalan saat turun hujan di Kota Cali, Kolombia, beberapa waktu lalu. Pada Selasa (2/9) Organisasi Meteorologi Dunia melaporkan bahwa fenomena cuaca dingin La Nina mungkin akan kembali.

JENEWA - Fenomena cuaca dingin La Nina mungkin akan kembali antara bulan September dan November, tetapi meskipun demikian suhu diperkirakan akan tetap di atas rata-rata, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (2/9).

La Nina adalah fenomena iklim alami yang mendinginkan suhu permukaan di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur khatulistiwa. Fenomena ini menyebabkan perubahan pola angin, tekanan, dan curah hujan.

"Ada peluang sebesar 55 persen bagi suhu permukaan laut di Pasifik khatulistiwa untuk mendingin ke tingkat La Nina pada periode September hingga November,” ungkap Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). "Untuk Oktober-Desember 2025, kemungkinan kondisi La Nina sedikit meningkat menjadi sekitar 60 persen," imbuh badan cuaca dan iklim PBB itu.

Di banyak lokasi terutama di daerah tropis, La Nina menghasilkan dampak iklim yang berlawanan dengan El Nino, yang memanaskan permukaan lautan, yang menyebabkan kekeringan di beberapa bagian dunia dan memicu hujan lebat di tempat lain.

WMO menggarisbawahi bahwa peristiwa iklim yang terjadi secara alami seperti La Nina dan El Nino terjadi dengan latar belakang perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, yang meningkatkan suhu global, memperburuk cuaca ekstrem, dan mempengaruhi curah hujan musiman serta pola suhu.

Pembaruan terkini WMO mengatakan suhu untuk periode September-November diperkirakan akan berada di atas normal di sebagian besar belahan bumi utara dan sebagian besar belahan bumi selatan. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.