Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Jatim Minta Penyampaian Aspirasi secara Damai, Unair Serukan Jaga Demokrasi tanpa Kekerasan

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 13:52 WIB | Oleh:
Gubernur Jatim Minta Penyampaian Aspirasi secara Damai, Unair Serukan Jaga Demokrasi tanpa Kekerasan Doc: antara foto
Ket. Civitas Akademika Universitas Airlangga (Unair) Surabaya

SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat setempat yang ingin menyampaikan aspirasi termasuk menggelar aksi unjuk rasa bisa disampaikan secara damai, tanpa provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab dan menyebabkan tindakan anarkistis.

Usai pelaksanaan program pasar murah di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (3/9), Khofifah mengatakan setiap Kamis di depan Gedung Negara Grahadi terdapat sejumlah massa dari berbagai kalangan yang selalu menyampaikan aspirasi lewat gerakan Kamisan secara damai.

“Penyampaian aspirasi dijamin oleh hukum, ditanggung oleh konstitusi. Maka penyampaian aspirasi juga harus berjalan damai,” kata Khofifah.

Ia menegaskan masyarakat Jawa Timur harus bisa menjaga aset milik provinsi agar tidak menjadi sasaran kemarahan peserta aksi.

Ia menyatakan terbakarnya gedung sisi barat di dalam kompleks Gedung Negara Grahadi merupakan hal yang sangat disayangkan.

Khofifah berpesan agar masyarakat khususnya warga Jatim untuk tidak mudah terprovokasi sehingga merusak gedung-gedung dan aset-aset negara.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait hilangnya berbagai artefak di museum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, yang menjadi sasaran penjarahan saat aksi demo berujung anarkis di wilayah terkait, Sabtu (30/8).

Khofifah menuturkan saat ini pihaknya sedang melakukan asesmen bekerja sama dengan Bank Jatim dan Pemkab Kediri untuk menilai total kerugian serta koordinasi pemulihan kondisi museum pascakerusuhan.

“Kamis sudah turunkan tim ke Kediri. Sekali lagi, intinya semua orang boleh bersuara, tapi harus damai dan tidak boleh anarkis,” tegas Khofifah.

Adapun Khofifah juga menegaskan dirinya bersama Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin turut serta menemui massa aksi demo di depan Gedung Negara Grahadi pada Sabtu (30/8) lalu.

Ia menyatakan saat itu ia telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jatim dan juga Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya dalam melepaskan sebagian massa yang diamankan pihak kepolisian sebagai upaya memenuhi tuntutan massa yang melaksanakan demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi.

Ia menegaskan massa yang telah dilepaskan kembali oleh pihak kepolisian telah dikembalikan kepada orang tua masing-masing.

"Kebanyakan dari mereka yang dilepas adalah anak-anak di bawah umur berusia 15 hingga 16 tahun. Setelah dilepas saya sendiri menemui orang tua masing-masing anak yang menjemput, untuk meminta para orang tua dalam membina anaknya sehingga tidak melakukan aksi anarkis saat unjuk rasa," tegas Khofifah.

Hentikan Kekerasan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.