Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur DKI Jakarta Beri Keringanan Sewa Kios Blok M Usai Polemik Kenaikan Harga

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 19:00 WIB | Oleh:
Gubernur DKI Jakarta Beri Keringanan Sewa Kios Blok M Usai Polemik Kenaikan Harga Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh
Ket. Kondisi Blok M Hub yang sepi karena beberapa kios tutup, Rabu (3/9/2025)

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung kios Plaza 2 Blok M, Jakarta Selatan, setelah viral sejumlah pedagang menutup gerainya akibat keberatan dengan kenaikan harga sewa kios yang dianggap memberatkan. Untuk menarik minat pedagang, Pramono memberikan pembebasan biaya sewa selama dua bulan bagi mereka yang bersedia pindah ke Blok M Hub.

"Dan kemudian bagi pedagang atau siapa pun yang mau menggunakan fasilitas ini, selama dua bulan kami berikan free, dan tentunya kami minta juga untuk menjaga kondusivitas, kenyamanan, keamanan yang ada di Blok M ini," ujar Pramono di Blok M, Rabu (3/9/2025).

Pramono menjelaskan bahwa kawasan Plaza 2 Blok M sepenuhnya berada di bawah pengelolaan MRT Jakarta. Ia menegaskan bahwa penagihan biaya sewa tidak boleh melebihi batas yang telah disepakati. Menurutnya, harga sewa kios sebelumnya berada di kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta, namun muncul laporan pedagang ditagih hingga belasan juta rupiah.

"Jadi kan itu batas bawahnya Rp 300 ribu, batas atasnya Rp 1,5 juta. Katanya ada yang lebih dari itu," tegas Pramono.

Mantan Sekretaris Kabinet itu menambahkan, kios di Plaza 2 Blok M seharusnya diprioritaskan untuk pedagang yang terdampak, dengan pemberian keringanan harga sewa. Ia menilai fasilitas yang ditawarkan Blok M Hub jauh lebih layak, modern, dan nyaman bagi para pelaku usaha.

"Bagi pedagang yang mau pindah ke sini, dua bulan pertama kami berikan gratis. Tempat ini jauh lebih bagus, nyaman, ada AC, dan fasilitasnya lebih baik," jelasnya.

Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menuturkan bahwa persoalan kenaikan tarif sewa ini baru muncul dalam satu bulan terakhir. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena adanya penagihan yang dilakukan pihak koperasi, bukan dari manajemen MRT Jakarta.

"Sebelumnya sesuai dengan kesepakatan. Kami pun baru tahu soal ini setelah ada laporan," kata Tuhiyat.

Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha di kawasan District Blok M dikabarkan menutup gerainya karena biaya sewa yang tidak masuk akal. Mereka menolak melanjutkan usaha karena menilai kenaikan harga sewa kios yang terjadi cukup drastis dan tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.