Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjaga Pariwisata Indonesia Tetap Aman dan Menarik

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 16:45 WIB | Oleh:
Menjaga Pariwisata Indonesia Tetap Aman dan Menarik Doc: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Ket. Wisatawan berkunjung di Pantai Echo Canggu, Badung, Bali, Senin (1/9).

Jakarta -- Indonesia sebagai destinasi wisata dunia, tengah menghadapi tekanan serius akibat kerusuhan sosial yang terjadi di berbagai kota besar.

Dampaknya tidak hanya pada keamanan publik, tetapi juga ekonomi, dikutip dari Bloomberg Intelligence, Indeks Harga Saham Gabungan anjlok dan rupiah melemah hampir 1 persen terhadap dolar AS.

Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, diperkirakan menjadi ragu untuk melakukan perjalanan ke Indonesia.

Penutupan sementara mal, museum, dan atraksi budaya menambah persepsi risiko, sehingga pemulihan sektor pariwisata membutuhkan strategi yang terintegrasi, cepat, dan berbasis data.

Lebih jauh, kerusuhan sosial di Indonesia juga menimbulkan efek psikologis yang tidak bisa diabaikan.

Rasa khawatir, trauma, hingga ketidakpastian menjadi faktor yang membuat wisatawan maupun investor menunda rencana mereka.

Data dari UNWTO mencatat bahwa dalam kasus serupa di Sri Lanka pada 2019, butuh lebih dari enam bulan untuk mengembalikan tingkat kunjungan ke posisi semula.

Artinya, pemulihan tidak hanya soal perbaikan fisik infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kembali rasa aman dan citra positif.

Dalam konteks Indonesia, kepercayaan publik internasional akan sangat bergantung pada seberapa cepat pemerintah, pelaku industri, dan komunitas lokal menunjukkan solidaritas serta kesiapan menghadapi krisis.

Upaya ini membutuhkan sinergi lintas sektor dengan pesan yang konsisten: Indonesia tetap terbuka, aman, dan siap menyambut dunia.

Guncangan sosial ini tidak hanya merusak citra pariwisata, tetapi juga menghancurkan infrastruktur kritis.

Halte Transjakarta, hotel, dan gedung pemerintahan rusak akibat penjarahan dan kebakaran, seperti tercatat di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.

Dampak serupa terjadi di Pulau Dewata, Bali, di mana aparat TNI-Polri harus memperketat pengamanan pintu masuk bandara dan pelabuhan, seperti yang dikemukakan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Data dari studi Liu (2024) menyebutkan bahwa kesiapan infrastruktur dan keamanan berbanding lurus dengan tingkat pemulihan destinasi pasca bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
Hebat, Sepak Takraw Putri M...
Advertisement
Kapolri Diganti, Paripurna DPR Setujui Komjen Suyudi Gantikan Jenderal Listyo Sigit

Kapolri Diganti, Paripurna DPR Setujui Komjen Suyudi Gantikan Jenderal Listyo Sigit

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.